Benih Jagung Rusak Sudah di Tarik

Mansyur, SP ( Kabid Tanaman Pangan)

Bima, Gerbang Timur,- Sebanyak 45 Ton benih jagung yang rusak sudah ditarik oleh pihak UD Sinta, Rabu (15/11) kemarin. Ditarik merk Bima 20 Uri dan Bima 15 Sayang berdasarkan kritikan dari masyarakat dan sejumlah aktivis Bima. 

Kabid Tanaman Pangan, Mansyur, SP kepada Gerbang Timur, Kamis (16/11), membenarkan benih bermasalah tersebut sudah ditarik. Diantaranya di Kecamatan Palibelo dan Soromandi Semantara Kecamatan Woha dalam proses pengumpulan di kelompok tani untuk dikembalikan ke UD Sinta. "Kami sudah bekerja sesuai dengan tutuntan petani. Sudah kami koordinasikan ke UD Sinta dan sekarang sudah ditarik," ujar Mansyur.

Lanjutnya, Pemerintah tidak ingin petani dirugikan untuk musim tanam jagung ini. Pihaknya mendengar keluhan petani 2 minggu lalu langsung koordinasikan dengan pihak Propinsi dan pihak pengadaan benih jagung UD sinta. "Ini bentuk kerja kami, kami tidak ingin petani dirugikan," jelasnya. 

Mengenai adanya insiden beberapa hari lalu di Kantor Dinas Pertapa dengan sejumlah aktivis diakuinya hanya misskominikasi. "Biasalah dinamika di Bima. Tanpa ada kritikan dari teman aktivis maka kami tidak bisa bekerja maksimal," akunya.

Sementara itu Karyawan UD Sinta, Adi mengakui sudah ditarik semua bibit yang rusak. Hal ini dilakukan berdasarkan perintah pihak Dinas agar tidak merugikan masyarakat. "Kami sudah tarik, barang yang banyak ini hasil pengembalian dari petani," akunya saat diwawancarai di gudang UD Sinta.


Katanya, 100 ton bibit sudah ada diperjalanan menuju Bima. Menurutnya paling lambat 1 minggu sudah sampai di Bima dan siap dibagikan ke Kelompok Tani. "Mobil dalam perjalanan. Insya Allah kami akan membantu petani secepatnya." Pungkasnya. (Ryan)

No comments

Powered by Blogger.