Oknum TNI Telantarkan Istri Demi ASN

Kota Bima. Gerbang Timur,- Rumah Tangga SR isteri dari oknum TNI BAP (sama-sama insial) dilanda prahara. Hal itu setelah BAP yang bertugas di Kodim 1608/Bima memiliki Wanita Idaman Lain (WIL) yang diketahui ASN di salah satu Dinas di Pemkab Bima, Inesial RS.

SR mengungkapkan sudah 4 tahun dirinya tidak mendapatkan nafkah lahir batin dari sang suami yang berseragam loreng itu. Ia menanggung seluruh kebutuhan hidupnya bersama ketiga anaknya. "Dua anak saya kuliah di Jawa. Saya sangat tersiksa dengan ulah suami saya yang tidak pernah memikirkan kami," ujarnya kepada Gerbang Timur, Kamis (16/11).

SR mengaku untuk membantu kebutuhannya, ia harus menjadi pembantu. Ia menjual bakso salah satu rekannya sesama anggota Persit. Ia lakukan karena BAP sudah tidak pernah memberikannya uang belanja. "Sejak suami saya mengenal WIL, saya tidak pernah diberikan nafkah. Terpaksa saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup," kata wanita asal jawa ini.

WIL yang dimaksud tersebut adalah RS. Bahkan beberapa waktu lalu Staf Intelejen Kodim 1608 Bima melakukan penggrebekan di salah satu kost-kostan di lingkungan Sadia. Hasilnya didapatkan BAP dengan RS dalam satu kamar. "Meski kabarnya saat itu bukan saat bermesum, tapi kenapa wanita itu ada di kamar kost yang disewa suami saya," bebernya.

SR mengaku sudah beberapa kali melaporkan suaminya pada atasannya untuk bertanggung jawab menafkahi dirinya bersama anaknya namun BAP belum sama sekali berubah. Bahkan makin menjadi. Ketika BAP pulang kerumah, mereka tidak pernah saling tegur. Lebih menyakitkan BAP sering menelpon WIL dihadapannya. "Siapa yang kuat bertahan hidup begini mas. Saya kasihan sama anak saya yang inginkan kasih sayang kedua orangtuannya," terangnya.

SR berharap agar suaminya kembali sadar dan mau membina kembali rumah tangga mereka yang retak. Sementara itu ia meminta agar RS tidak mengganggu keutuhan rumah tangganya. "Saya dengar informasi dia itu janda. Baru setahun ditinggal mati suaminya. Bukan saja RS yang menjadi biang keretakan rumah tangganya namun ada wanita asal Madapangga juga. Kabarnya isteri orang tuh mas," ungkapnya dengan wajah sedih.

Sementara itu, RS yang didatangi di kantornya berdekatan dengan Kodim 1608 membantah pernah digrebeg berdua dengan BAP di Kost-kostan. Bahkan ibu 5 anak ini membentak Wartawan Gerbang Timur saat ditanyai soal dugaan perselingkuhannya dengan BAP. "Kamu jangan asal nuduh, saya tahu kerja kalian wartawan di Bima. Intinya saya tidak pernah ada di kost itu seperti yang kamu katakan," bentaknya seraya menunjuk wartawan.

RS terlihat emosi. Ia beberapa kali membentak wartawan. Ia mengelak bahwa tidak ada perselingkuhan antara dirinya dengan BAP. Ia mengenal BAP sudah puluhan tahun karena sama-sama di organisasi Orari di Bima. "Saya tidak punya hubungan apa-apa. Pak BAP hanya sekedar teman saja. Sekali lagi saya tidak pernah digrebeg oleh intel TNI," ujarnya dengan wajah emosi.

Sementara itu, BAP yang dikonfirmasi di kantornya membenarkan adanya Staf Intelejen bersama warga datang di Kost-kostannya di Sadia. Saat itu saya sedang berada di luar kamar sedangkan RS bersama anaknya berumur 8 tahun di dalam kamar. "Bukan grebeg mas, Staf Intel datang melihat saya," elaknya. Ia mengaku bertemu dengan RS sudah 3 bulan setelah beberapa tahun vakum di Orari. Pada malam naas itu ia bertemu RS di Lapangan Manggemaci bersama anaknya. Karena kasihan ia mengajak untuk ke kostnya. "Kasihan wanita malam hari di sana mas, makanya saya ajak ke kost saya." Ujarnya sambil tersenyum.

Bahkan oknum TNI berpangkat Sertu ini meminta wartawan untuk tidak memuat beritanya. "Jangan ditulis mas, saya sedang diperiksa atasan saya soal ini. Nanti kita komunikasikan baik-baik di luar kantor," bujuk prajurit asal palembang ini.

Staf Intelejen yang dikonfirmasi wartawan Gerbang Timur membenarkan adanya kejadian penggerebekan pada jam 01.30 dini hari beberapa waktu lalu di salah satu rumah kost di Sadia. Diakuianya, peristiwa itu sudah jadi atensi Dandim 1608. "kami grebeg memang ada perempuan yang sudah kami kantongi identitasnya. Kami sudah lakukan pemeriksaan terkait hal itu. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan mas wawancara saja pak Dandim," sarannya.

Namun usaha untuk bertemu Dandim 1608 tidak berhasil. Saat wartawan Gerbang Timur datang, diruangan Dandim sedang menerima tamu dari Veteran TNI. "Maaf mas, pak Dandim sedang sibuk," ujar pria berpakaian loreng yang berada di ruang tunggu Dandim (Ryan).

No comments

Powered by Blogger.