Pedagang Dilarang Berjualan di Area Terminal Tente

Bima, Gerbang Timur,- Puluhan Personil Pol-PP di bawah kendali Kasi Operasi, Kadri, SE.,MM, Senin (20/11) Pagi turun ke pasar Tente. Hal itu dilakukan dalam rangka memberi himbauan kepada pedagang yang berjualan di area terminal dan di badan jalan untuk segera pindah ke bangunan pasar yang sudah disediakan Pemerintah Kabupaten Bima. 

Personil Pol-PP tidak turun sendiri. Penegak Perda di pemerintah ini bergandengan tangan dengan Humas dan Protokol. Dalam moment tersebut, Sat Pol-PP memberikan arahan kepada pedagang pasar untuk tidak lagi berjualan di area terminal maupun badan jalan umum. Menurutnya, kebiasaan pedagang berjualan di area terminal dan badan jalan jelas membuat aktivitas di terminal terganggu alias macet karena sebagaian badan jalan digunakan pedagang. "Banyak keluhan yang masuk ke Pemda terkait hal ini. maka dari itu, sudah dua kali kami memberi saran dan himbauan kepada para pedagang untuk segera pindah ke los pasar yang sudah disediakan Pemerintah," ujar Kadri. 

Untuk kedua kalinya, mantan KTU Sat Pol-PP ini melakukan pendekatan humanis dengan para pedagang. Seluruh Personil diberikan tugas untuk mendekati para pedagang untuk diberi pemahaman agar tidak lagi berjualan di area yang sudah dilarang. Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah memasang spanduk himbauan kepada pedagang. "Kami jalani dulu protap yang sudah ada. Ini cara kami melakukan pendekatan dengan obyek kami," imbuhnya.

Dalam himbauan tersebut, ditegaskan pula jika pedagang masih bandel menempati area yang dilarang, maka dalam waktu 2x24 jam dari hari Senin (20/11) hingga Rabu (22/11), pihaknya akan melakukan tindakan tegas. Dalam hal ini, Sat Pol-PP akan dibantu oleh tim gabungan dari TNI, Polri, Disperindag, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bima. "Semoga saja pedagang memahami tupoksi kami. Jangan sampai tujuan baik kami ini disalah artikan. Kami akan menggunakan aturan yang lebih dari sebelumnya jika pedagang masih bandel. Ini langkah terakhir kami karena proses sudah dilalui," tegasnya. 

Ia kembali menghimbau, sebelum tim gabungan turun diharapkan agar pedagang sudah membongkar lapak dagangan mereka di area terminal dan di bahu jalan. "kami selalu mencari jalan keluar terbaik. Tapi jika tidak dihargai, kami sangat menyesalkan hal itu," pungkas pria berbadan tegap ini. (Ryan)

No comments

Powered by Blogger.