Tidak Puas Dengan Pembagian Bibit Sapi Kantor Desa Diha Porak Poranda

Kantor Desa Diha Yang Dirusak Warga

Bima, Gerbang Timur,- Salah seorang oknum warga merusak aset kantor desa Diha (27/12). Pengerusakan tersebut dipicu lantaran pembagian bibit sapi yang dirasa tidak adil oleh sebagian warga. Pengadaan bibit sapi oleh pemerintah desa Diha yang bersumber dari Dana Desa ini menuai banyak polemik, disebabkan oleh pengadaan bibit sapi yang tidak sesuai harga yang disepakati pemerintah desa dengan warga sebelumnya, dan proses pembagian bibit sapi yang dirasa tidak adil menurut warga.

Pemerintah Desa Diha diduga melakukan Markup harga dalam pengadaan 42 ekor bibit sapi yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2017. Pengadaan 42 ekor bibit sapi tersebut menghabiskan dana Rp. 261 Juta dengan rincian per ekor sapi seharga Rp. 5 Juta. Dugaan Markup harga tersebut lantaran ukuran sapi yang dibeli sangat kecil. Kuat duga'an bahwa bibi sapi tersebut tidak sesuai dengan harga pembelian.

Berdasarkan keterangan salah seorang warga sebut saja Nawir, ia menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah desa bersama warga telah menyepakati pengadaan bibit sapi dengan harga Rp. 6 juta per ekor namun setelah direalisasikan bibit sapi tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Ia mengaku kecewa dengan ulah Pemdes terkait besarnya harga sapi yang tidak sebanding dengan fisik sapi, Karena itu dia meminta kepada pihak penegak hukum agar turun melakukan pemeriksaan agar dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya terkait pembagian bibit sapi, banyak warga yang mengeluhkan pembagian bibit sapi yang tidak adil. "Bibit sapi tersebut seharusnya diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu atau warga yang belum pernah mendapat bantuan sebelumnya, artinya kebijakan pemerintah desa dirasa sangat tidak adil menurut warga," jelasnya. (Uba Gale)

No comments

Powered by Blogger.