Kepala UPT Pertanian Kecamatan Palibelo Membuat Kelompok Tani Siluman

Wahdin, SH (Ketua Tim Investigasi LSM Lidik

Bima, Gerbang Timur,- UPTD Pertanian Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima dalam mengurai benang merah soal bibit kedelai disinyalir bermasalah. Sejumlah kelompok tani definitif di Kecamatan Palibelo mengeluhkan adanya 18 kelompok tani yang diduga fiktif yang mendapatkan bantuan bibit kedelai tahun 2017 lalu.

Program anggaran bantuan bibit kedelai yang dianggarkan oleh Pemerintah Pusat yang berasal dari APBN guna mensejahterakan petani. 18 kelompok tani kedelai fiktif yang mendapatkan bantuan bibit kedelai tersebut tidak memiliki lahan yang jelas.

Jumat 5/1/18 Media Gerbang Timur mengkonfirmasi berita ini ke ketua tim investigasi LSM Lidik NTB Wahdin, SH mengungkapkan hal tersebut bahwa terkait dengan program bibit kedelai yang diperuntukan kepada 18 kelompok tani fiktif di wilayah Kecamatan Palibelo tahun 2017.

Pembagian bibit kedelai tersebut dinilai tidak tepat sasaran dan waktu pembagian bibit tidak cocok dengan musim penanaman kedelai, ungkapnya.

Lanjutnya mengingat tidak ada satupun dari masyrakat tani yang ada di kecamatan Palibelo yang menanam kedelai pada saat musim hujan.

Bibit kedelai yang dikucurkan oleh UPT Pertanian Kecamatan Palibelo MH tidak pernah diusulkan oleh kelompok tani sehingga kami dari tim investigasi LSM Lidik beranggapan bahwa program pembagian bibit kedelai tersebut dipaksakan untuk dianggarkan, tegasnya. Kuat dugaan kami bahwa KUPT Pertanian Kecamatan Palibelo dengan sengaja menganggarkan anggaran tersebut  untuk program yang dimaksud dengan tujuan meraih keuntungan pribadi semata, ungkapnya.(bl)

No comments

Powered by Blogger.