Waow!!!hasil laporan lsm terkait kasus pengadaan bibit sapi desa diha kecamatan belo ditangani serius pihak jaksa dan inspektorat.

Kepala Desa Diha kec.belo
Bima Gerbang timur" Dana desa merupakan kewajiban pemerintah pusat untuk mengalokasikan anggaran ke desa-desa didalam APBN sebagai wujud pengakuan dan penghargaan negara kepada seluruh desa yang ada diseluruh indonesia ini demi mewujudkan masrakat  desa yang makmur,aman,damai dan sejahtera bukan untuk menjadikan desa tersebut menjadi kacau balau,dengan adanya anggaran bantuan pemerintah tersebut bukan untuk dijadikan sebagai sumber atau lahan korupsi bagi para kepala-kepala desa.

Seperti halnya yang dilakukan oleh kepala desa Diha kecamatan belo kabupaten Bima tersebut terkait pengadaan bibit sapi mulai tahun 2015-2016 dan tahun 2017 lalu,kini oknum kepala desa tersebut sudah dilaporkan oleh pihak lsm beberapa minggu lalu.

Menurut Irban 1 (satu)diinspektorat kabupaten Bima Ruslan alwi s.sos pada saat dikonfirmasi lewat WA oleh media Gerbang timur Jum.at pagi (2/2/18)bahwa terkait masalah kepala desa Diha tersebut sudah ada surat dari kejaksaan yang kami terima untuk pemeriksaan khusus kepala desa Diha kaitan dengan pengadaan bibit sapi tersebut.dan kami akan memeriksa persoalan yang dilakukannya mulai pengadaan bibit sapi tahun 2015/2017 sesuai dengan laporan lsm tersebut dari hasil pemeriksaan inspektorat nanti akan ditindaklanjuti oleh pihak jaksa untuk pemeriksaan lebih lanjut."ungkapnya"

Kasus pembelian bibit sapi dari anggaran desa pada tahun 2015 lalu membuat masrakat kecewa,lalu pengadaan bibit sapi tahun 2016 pihak kades tidak membelikan sapi hanya dikasi uang yang berfariasi oleh kepala desa,kemudian pengadaan bibit sapi tahun 2017 lalu menuai masalah yang sangat besar sampai kantor desanya menjadi pelampiasan amarah warga desa Diha kecamatan belo atas ulah oknum kepala desa diha beserta anak buahnya yang  merupakan kaki tangan kepala desa sebut saja AMA LA PEI.
sirajudin/ama la pei

Keberdaan AMA LA PEI tersebut menjadi petanyaan besar bagi masyarakat desa Diha.kenapa AMA LA PEI ini di percaya penuh oleh kepala desa...? Sedangkan masih banyak perangkat-perangkat desa atau ketua Rt dan Rw setempat  yang dipercaya padahal AMA PEI  tersebut tidak punya kapasitas apa-apa dipihak pemerintahan desa Diha,ketua Rt juga buka ketua pemuda juga bukan lalu siapakah dia sebenarnya.....?"ungkapnya"
Lanjutnya bibit sapi sebanyak 21 ekor yang dibeli oleh pihak pemerintah desa diha tersebut tidak dipersoalkan oleh warga,hanya yang dipersoalkan oleh warga desa diha bahwa bibit sapi yang dibeli AMA LA PEI yang tidak sesuai dengan juklak- juknisnya.mana sapi tersebut kecil dan kurus kering juga harganya 6 juta perekor, hal itulah yang membuat masrakat desa diha naik darah sehingga kantor desa jadi sasaran amukan warga atas ulah salah seorang kepercayaan kepala desa tersebut."tandasnya"
 jum.at (26/1/18 ) pada saat  media gerbang timur mengkonfirmasi AMA LA PEI menyatakan benar terjadi hal itu,tapi sapi tersebut katanya sudah dibeli kembali yang sesuai keinginan warga"ungkapnya"

apakah itu sudah benar dibeli kembali....?atau hanya sekedar alibi saja..?(Uba gale)

No comments

Powered by Blogger.