Waow!!!PT.Baling Bambu menjadi bahan perbincangan publik karna banyak masalah

Bima Gerbang timur"Bisnis peternak ayam potong merupakan salah satu jenis usaha yang sudah tak asing lagi dimasyarakat indonesia ini khususnya dikabupaten dan kota Bima yang kita cintai ini yang dikelola oleh perusahan PT.Baling Bambu cabang Bima.

PT.Baling Bambu Merupakan salah satu perusahan lokal  yang bergerak dalam bidang usaha menyediakan bibit ayam potong dan pakan ternak Tetapi yang dilakukan oleh PT. Baling Bambu justru merugikan para peternak. juga nasib peternak kabupaten dan kota Bima pada saat ini diambang kehancuran.

Para peternak ayam di bawah kendali PT. Baling Bambu mengeluh atas sikap  PT.Baling Bambu tersebut dalam mematok harga ayam.

Menurut sumber SNW merasa kecewa terhadap ulah pengelola PT. Baling Bambu dikarenakan beberapa hal yang membuat para peternak ayam mengeluh antara lain mengenai harga beli kepada peternak yang begitu murah. "Bukan saja itu yang membuat kami kecewa terhadap PT tersebut karena memberikan kami pakan busuk," Ungkapnya.

Mereka membeli ayam pada peternak dengan harga rendah jauh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) sementara pihak PT sebagai integrator menjual ayam kepada pengepul dengan harga tinggi. Mereka juga menjual ayam yang terinfeksi penyakit setara dengan harga ayam normal. dugaan kami  PT. Baling Bambu sengaja memainkan dan menipu kami sebagai peternak untuk mendapatkan keuntungan besar,"tandasnya"

lanjut nya apa bila pihak PT.masih melakukan hal tersebut,kami dari pihak peternak tidak ada lagi kompromi untuk mengusir dan menyegel PT itu.dan tidak boleh lagi ada didaerah Bima."ungkapnya

Menurut beberapa mahasiswa yang kami konfirmasi selasa 27/2/18)menyatakan insya allah dalam waktu dekat kami akan turun menyuarakan tentang beberapa masalah yang dikeluhkan oleh beberapa peternak dan meminta kepada pemerintah kota dan kabupaten Bima agar mencabut ijin PT.Baling bambu tersebut kalau tidak kami akan melakukan dengan cara kami sendiri yaitu menyegel PT.tersebut,"tegasnya dengan suara  lantang"(IM)

No comments

Powered by Blogger.