Diduga Oknum Kepala Desa Kawinda To'i Korupsi Anggaran Dana Desa Tahun 2017

Yusuf (Kepala Desa Kawinda To'i)

Bima___Gerbang Timur Bima,- Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat, dari penyaluran dana ini lebih terkait pada implementasi pengalokasian Dana Desa agar bisa sesempurna gagasan para inisiatornya.

Lain hal yang dilakukan oknum kepala desa Kawinda To'i yang selalu memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan bagaimana nasib rakyatnya.

Banyak program bantuan  pemerintah pada Tahun 2017 lalu di desa kawinda To'i namun Yusuf tidak mengindahkan bantuan tersebut dan hanya dikerjakan asal-asalan olehnya bahkan masih banyak proyek-proyek yang belum terselesaikan. Ada beberapa paket dari anggaran ADD yang tidak dikerjakan sama sekali olehnya sampai hari ini masih dipertanyakan oleh masyarakat desa Kawinda To'i dengan begitu banyaknya anggaran bantuan  dari pemerintah sama sekali tidak ada yang nampak di desa tersebut lalu anggaran yang begitu banyak itu dikemanakan....?

Berdasarkan hasil konfirmasi media ini pada kamis (23/3) ke Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPM Des) Kabupaten Bima Andi Sirajudin membenarkan apa yang dilakukan kepala Desa Kawinda To'i, terkait program bantuan pemerintah yang bersumber dari dana ADD tahun 2017 lalu banyak pekerjaan yang belum diselesaikan seperti anggaran pembukaan jalan ekonomi diganti dengan rabat gang  dengan jumlah anggaran Rp. 135 juta fisik harus 50%, pengadaan talut Drainase gang 100 meter baru dikerjakan 40 meter dengan anggaran Rp. 100 Juta lebih, pembangunan lapangan volly Ball dengan anggaran Rp. 135 Juta baru dikerjakan 80%, pengadaan Katotu 17 unit  dengan anggaran Rp.16 juta baru 7 unit yang diselesaikan bahkan menurutnya ada juga pengadaan yang belum sama sekali dikerjakan oleh Yusuf seperti pengadaan bibit jahe dengan jumlah anggaran Rp. 20 Juta sama sekali tidak dikerjakan, pengadaan pembukaan jalan ekonomi pinggir pantai dengan anggaran Rp. 135 Juta juga tidak dikerjakan sama sekali, ungkapnya. (IM)

No comments

Powered by Blogger.