Muhammad yusuf
OPINI: memaknai perjalanan demokrasi, antara fakta dan argumentasi.
Tahun Demokrasi untuk Indonesia. sebuah tantangan, kajian, dan pilihan analisa melihat demokrasi dan memaknai corak kemerdekaan individu. kondisi bangsa hari ini yang kita lihat bersama bahwa sedang dan lagi menghadapi berbagai dinamika internal kenegaraan. mulai dari ekonomi, politik, hukum maupun pendidikan.

negara sebagai pengayom seluruh daerah dari sabang sampai meroke ialah pengambil keputusan tertinggi untuk mengimbangi kondisi pada tatanan sosial maupun budaya. sebagai orang dipercayakan bahkan nomor satu Indonesia presiden jokowi merupakan pusat pengendalian terhadap ketidakadilan maupun penyimpangan yang terjadi dalam kehidupan sosial, karena misi ataupun tujuan utama dari pemimpin adalah menyelamatkan negaranya dan mengesampingkan kepentingan diri sendiri atau kelompok tertentu (individu). presiden jokowi lahir dari rahim masyarakat indonesia sebagai orang pilihan memimpin bangsa, karena adanya presiden jokowi sebagai orang nomor satu Indonesia atas pilihan dan kemerdekaan masyarakat secara individu dan mutlak tidak diganggu gugat oleh siapapun.

kemerdekaan manusia (individu) adalah memilih, tanpa ada campur tangan ataupun pengaruh dari luar dirinya sendiri. itu merupakan keputusan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. karena apabila kemudian kemerdekaan sebagai hak prerogatif tidak dimiliki dan dicampuri oleh orang lain, maka akan melahirkan sebuah problem sosial maupun problem moral.

karenanya itu, maka demokrasi yang kita pahami dan mendarah daging dalam kehidupan sosial masyarakat indonesia adalah pilihan moral atas kemerdekaan dan keharusan dalam pengambilan keputusan. makna demokrasi yang kita pahami secara teoritis sampai pada hari ini ialah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

lantas kemudian, potret demokrasi yang coba ditampilkan oleh kita semua setelah reformasi dan orba (orde baru) sampai hari ini adalah sebuah proses pembunuhan terhadap makna kemerdekaan dan demokrasi yang seutuhnya. problemnya yaitu kita telah gagal dalam menghidupkan mata air untuk masa depan bangsa, karena kita semua berusaha mempraktekkan politik uang bukan politik kemanusiaan (John political). politik uang (money politic) adalah politik balas jasa, dimana ada barang harus ada uang. representasi dari politik uang yaitu kerusakan pada tatanan sosial dan moral kehidupan bernegara maka kemudian lahirlah pemahaman materialis (materialisme).

kajian Teologi terhadap eksistensi moral kemerdekaan adalah konsep yang gagal kita aktualisasi kan pada tatanan sosial. karena pemahaman materialis sudah mendominasi dari pada pemahaman yang religius. langkah alternatif yang harus kita lakukan adalah penyadaran moral pada esensi demokrasi, karena demokrasi yang sebenarnya ialah memanusiakan manusia melalui politik kemanusiaan.

terakhir saya ingin mengutip kata dari Andre Wongso "kita bukanlah makhluk spiritual yang sedang menghuni bumi tapi kita adalah makhluk bumi yang bersifat spiritual".

(Muhammad yusuf)

No comments

Powered by Blogger.