Aksi penuntutan copot Dirut RSUD Bima kembali dilakukan oleh Front Mahasiswa peduli Rakyat

Bima Gerbang timur"Ratusan mahasiswa
Front Mahasiswa Peduli Rakyat kembali melakukan aksi pada jum'at 6 april 2018 untuk menuntut pencopotan terhadap Direktur BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Bima atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu .
Pelayanan publik dibidang kesehatan adalah hak warga negara, dan negara wajib menyediakannya, namun pada kenyataannya, negara belum mampu menyediakan pelayanan publik di bidang kesehatan khususnya yang mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, baik secara kuantitas maupun kualitas, misalnya pelayanan kesehatan yang diselenggarakan di BLUD Bima saat ini dapat dikatakan masih jauh dari apa yang diharapkan. Meskipun telah diterbitkan berbagai peraturan perundang undangan, namun potret buram pelayanan di BLUD Bima masih sangat kentara, bahkan tidak kurang dilakukan pelatihan pendidikan, simulasi dan evaluasi berkala dalam pelayanan,akan tetapi hasil masih sangat jauh dari kata memuaskan . Potret buram pelayanan yang diselenggarakan BLUD Bima dilihat dari aspek

Prosedur pelayanan yang berbelit belit dan rumit , persyaratan pelayanan yang masih sulit untuk di akses khususnya persyaratan teknis dan administratifKejelasan petugas pelayanan yang tidak jelas dan tidak lengkap seperti nama, jabatan kewenangan dan tanggung jawabnya, kedisiplinan petugas pelayanan yang menunjukkan kurangnya kesungguhan dalam memberikan pelayanan terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku, tanggung jawab petugas pelayanan yang kurang menunjukkan  kejelasan wewenang dan tanggung jawab petugas dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan.

 kemampuan petugas pelayanan yang masih sangat jauh dari standar minimal, kecepatan pelayanan yang masih sangat lambat, keadilan mendapatkan pelayanan yang masih membedakan golongan status masyarakat yang dilayani, kesopanan dan keramahan petugas yang masih kurang dalam memberikan pelayanan, kepastian biaya pelayanan yang masih belum cocok antara biaya yang dibayarkan dengan biaya yang telah ditetapkan, kenyamanan lingkungan dimana kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang masih kurang bersih, kurang rapi dan kurang teratur sehingga dapat mengganggu rasa nyaman pasien dan keluarga pasien.
keamanan pelayanan yang masih kurang diperhatikan dan tidak mendapatkan prioritas. Melihat realitas pelayanan publik seperti tergambar diatas , dapat dikatakan bahwa pelayanan di BLUD Bima yang dilakukan selama ini sangat menakutkan, ungkap sang orator dalam aksinya.

Bertolak dari hal tersebut, kami dari LSIP, LMMB, IMS, HIMKEM, HIMSABI, HIMMAH NW, GENPAR, BEM STISIP MB, LMPI dan KNPL yang tergabung dalam Front Mahasiswa Peduli Rakyat menyatakan sikap "Meminta kepada Bupati Bima untuk membatalkan kembali keputusan yang diberikan kepada pihak BLUD  (RSUD) Bima , meminta LHP Inspektorat, copot Direktur BLUD Bima,Adili pegawai BLUD Bima yang diduga terlibat dalam kasus pemulangan jenazah bayi asal Desa waro kecamatan monta, (uba gale )

No comments

Powered by Blogger.