UD. Sinta Kembali Berulah


Belum Selesai Kasus Bibit Jagung Bodong Kini Dihadapkan Dengan Kasus Penyuapan



Direktur UD. Sinta Aryanto telah melakukan suatu tindakan melawan hukum melakukan penyuapan terhadap beberapa oknum aktivis di Bima agar bungkam dan tidak terus menerus menyuarakan terkait masalah UD. Sinta mengenai hasil temuan tim terpadu bahwa ditemukan sebanyak 42 Ton benih jagung yang didatangkan oleh UD. Sinta ke Bima beberapa bulan lalu yang merupakan benih jagung bodong juga rusak dan berjamur serta tak layak tanam. Dengan adanya hal tersebut pemerintah Propinsi NTB sudah mengkategorikan kasus yang dilakukan oleh UD. Sinta sebagai pelanggaran berat dan diancam untuk dicabut ijin kontraknya. Oleh karena adanya ancaman pemerintah seperti itu akhirnya Direktur UD. Sinta mau bertanggung jawab atas permasalahan itu dan akan menarik kembali bibit  jagung yang rusak sebanyak 42 Ton tersebut dan akan diganti dengan bibit yang lebih baik.

Hal tersebut mengundang rekan mahasiswa untuk melakukan demonstrasi besar-besaran terkait bibit jagung rusak yang sudah jelas akan merugikan para petani di Bima. Oleh karena adanya demo yang dilakukan oleh mahasiswa di Bima maka Direktur UD. Sinta mengundang wartawan Gerbang Timur Bima untuk bersilaturrahmi ke kantornya sekaligus mengklarifikasi pemberitaan mengenai bibit jagung yang bermasalah. Baca Astaga Ternyata Benih Jagung 42 Ton Dari UD. Sinta Itu Bodong

Ariyanto berjanji akan bertandang ke Bima untuk bertemu langsung dengan adik-adik Mahasiswa guna mengklarifikasi terkait masalah bibit jagung bermasalah yang dibagikan oleh UD. Sinta. Sesampainya di Bima Ariyanto bertemu dengan saudara Yan bersama Yogi sebagai mediator untuk bertemu dengan adik-adik Mahasiswa. Tak sempat bertemu langsung dengan adik-adik Mahasiswa Ariyanto langsung dihadang di bandara oleh keduanya dan di situlah terjadinya serah terima uang sejumlah Rp. 20 Juta yang diserahkan oleh Direktur UD. Sinta kepada Yan dan Yogi dengan iming-iming bahwa sejumlah uang tersebut akan diberikan kepada adik-adik Mahasiswa untuk memberhentikan demo terhadap UD. Sinta. Padahal adik-adik mahasiswa tidak pernah meminta uang kepada Direktur UD. Sinta dan sampai hari inipun uang tersebut tidak pernah mereka terima.

Menurut pengakuan Yogi pada saat menerima uang dari Ariyanto di Bandara atas suruhan Yan. Yan hanya menunggu di dalam mobilnya. Setelah uangnya saya ambil lalu saya serahkan kepada Yan dan saya hanya diberikan upah Rp. 1 Juta, terangnya.

Senin (9/4) Media Gerbang Timur Bima melakukan klarifikasi sekaligus konfirmasi langsung ke kantor UD. Sinta terkait kasus penyuapan yang dilakukan oleh Ariyanto beberapa bulan lalu tetapi beliau sedang tidak berada di tempat, kami hanya bertemu dengan sekretarisnya Ambarwati. Dia menyatakan memang benar pak Ariyanto sempat ke Bima tetapi saya tidak pernah tahu tentang uang sebesar Rp. 20 Juta yang diberikan oleh pak Ariyanto untuk memberhentikan demo tersebut, ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut, sejumlah Mahasiswa dan aktivis di Bima merasa malu dan kecewa terhadap kelakuan oknum-oknum yang telah mencoba menjual kepala kami dengan sejumlah uang. Direktur UD. Sinta harus bertanggung jawab atas hal itu. Kami tidak akan tinggal diam, kami akan melaporkan Direktur UD. Sinta atas kasus penyuapan yang dilakukannya beberapa bulan lalu.

No comments

Powered by Blogger.