Petani Resah, Harga Jual Bawang Merah Anjlok, Harga Bibit Dan Obat-obatan Semakin Tinggi

Pedagang Semena-mena Memainkan Harga Beli, Pemerintah Bungkam!!!

Petani Bawang Merah

Bima, Gerbang Timur Bima,- Naiknya harga BBM beberapa waktu lalu berdampak buruk bagi nasib petani di Bima, harga obat-obatan ikut naik yang membuat sejumlah petani bawang merah yang ada di Kabupaten Bima resah, ditambah lagi harga bawang yang tidak stabil sehingga sejumlah petani bawang merah mengalami kerugian mencapai ratusan Milyar Rupiah.

Sebagai penambah informasi, jumlah petani bawang di Bima terdiri dari kurang lebih 60.000 KK dengan kemampuan produksi berkisar 15-18 Ton per Hektar yang biaya produksinya mencapai Rp. 108 Juta per hektar. Harga jual yang diperoleh petani berkisar di angka Rp. 7000 per kg dengan metode jemput bola oleh para tengkulak di sawah maupun di rumah masing-masing petani. Demikian disampaikan Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Serikat Tani Nasional (KPP STN) Ahmad Rifai dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, kutip dari laman redaksi.RMOL.Com (5/10/2017) lalu.

Ditambahkannya, menjadi suatu kerentanan tersendiri bagi petani bawang dengan biaya produksi yang tinggi namun tidak diimbangi dengan jaminan harga panen yang stabil dari pemerintah. Sehingga seringkali petani bawang mengalami kehancuran ketika harga terombang-ambing oleh harga pasar yang tidak jelas.

Saipul Ipul mengeluhkan dampak dari kenaikan Harga BBM. "Kami resah dengan kenaikan harga BBM, harga obat-obatan yang semakin melambung tinggi dampak dari naiknya harga BBM, ditambah lagi dengan harga bawang merah yang semakin anjlok jauh dari sebelumnya, sampai hari ini kami mengalami kerugian yang cukup besar,  jangankan keuntungan kami dapatkan, modal pun tidak mampu ditutupi oleh hasil panen," ucapnya.

Dampak kenaikan harga BBM dan harga obat-obatan ini dirasakan betul oleh para petani bawang merah di Bima, belum lagi persoalan pemenuhan kebutuhan yang semakin hari semakin sulit. Sebagian masyarakat yang ada di desa Ngali sebagai pusat pertanian bawang merah banyak yang mengalami kerugian akibat gagal panen, sementara harga bawang merah menurun drastis serta sepi dari para pengepul.

Ipul menjelaskan harapannya terhadap presiden Jokowi untuk memperhatikan nasib para petani bawang merah di Bima, Jangan membuat suatu kebijakan yang tidak pro terhadap petani. "Kami butuh perhatian pemerintah, agar persoalan kesejahteraan masyarakat petani seperti kami bisa kami nikmati," ungkapnya. (UNJ-GTB)

No comments

Powered by Blogger.