Direktur LSM LIDIK: Diduga Pembangunan Dermaga Di Desa Wadu Ruka Adalah Proyek Abal-Abal


Sirnawan, SH (Direktur LSM Lidik)

Gerbang Timur Bima,- Warga Desa Waduruka mengeluhkan atas hadirnya proyek pembangunan dermaga Desa Waduruka karena pekerjaan pembangunan dermaga tersebut dinilai terdapat banyak kejanggalan serta menuai berbagai macam polemik.

Masyarakat Desa Waduruka menganggap pekerjaan tersebut diduga bermasalah. Dalam proses pengerjaan tersebut terdapat dugaan mark up yang cukup besar baik dari segi penimbunan, pengadaan material tanah dan cara kerja yang tidak memenuhi Standar Operasional Prosedural (SOP).


Dam Truk Pengangkut Batu Untuk penimbunan

Yang mana tanah untuk penimbunan dermaga seharusnya tanah murni tetapi oleh pihak kontraktor menggunakan batu untuk penimbunan, seharusnya pada saat penimbunan harus dilakukan pemadatan dengan memakai alat (VIBRO) supaya pemadatan itu maksimal, akan tetapi oleh pihak pelaksana semua tidak dilakukan. Belum lagi pekerjaan tersebut hanya dikerjakan dengan asal-asalan atau amburadur.

Menurut Ketua LSM Lidik Sirnawan pada saat mereka turun lapangan guna memantau langsung proses pengerjaan dermaga tersebut, Yan menilai terdapat banyak sekali kejanggalan dalam proses pengerjaannya. pihak LSM dalam minggu ini akan menemui dinas terkait yang juga selaku penguasa anggaran sekaligus PPK atau pejabat pembuat komitmen untuk menghentikan pekerjaan tersebut, ini sebagai langkah pencegahan terhadap amburadulnya pekerjaan yang dimaksud, apa lagi anggaran tersebut yang cukup besar dengan nilai yang fantastik sebesar Rp. 4,8 Milyar yang dkjerjakan Oleh CV.AMBALAN ABADI.

"Secara kualitaspun masih diragukan kalau melihat dari proses pengerjaannya. Ironisnya lagi bahwa material yang dipakai untuk menimbun tersebut masih menggunakan batu, kalau seperti itu maka dermaga tersebut akan cepat ambruk kalau tidak disertai dengan pemadatan yang rutin dengan mengunakan (VIBRO). Secara konstruksi pekerjaan tersebut gagal total," Terang Yan.

Menurut Mardin selaku kontraktor pada saat dikonfirmasi via telepon (2/8) "bahwa dalam pekerjaan itu harus bertahap dan tidak semudah dengan apa yang mereka bilang, ibaratkan seperti kita membangun rumah kita harus buatkan pondasinya dulu supaya berkelanjutan pembangunannya. Nah seperti itu juga pekerjaan kami ini tidak boleh asal-asalan," ungkapnya.

No comments

Powered by Blogger.