Lapor Pak Gubernur!!! Atas Ulah Oknum Kontraktor Bedah Rumah Dibeberapa Wilayah Kabupaten Bima Tidak Layak Dihuni Warga

Proses Pekerjaan Bedah Rumah Yang Tak Kunjung Usai

Gerbang Timur Bima,- Pekerjaan pembangunan bedah rumah di beberapa wilayah kabupaten Bima seperti desa tadewa dan desa Sangiang kecamatan Wera dan desa Waduruka kecamatan Langgudu terindikasi ditemukan beberapa masalah, di mana pekerjaan tersebut tidak diselesaikan oleh pihak kontraktor selaku pelaksana proyek. Terdapat beberapa item dari proses pekerjaan yang belum terselesaikan secara fisik seperti pintu, lantai, wc dan pintu jendela.

Masyarakat dari beberapa wilayah tersebut merasa kecewa dengan pihak kontraktor sebagai pelaksana proyek tersebut. Masyarakat meminta kepada pihak pelaksana harus bertanggung jawab atas pekerjaan yang belum kunjung terselesaikan sampai detik ini. Masyarakat tidak pernah mengetahui apa masalah dan kendalanya sehingga proses pekerjaannya terbengkalai.

Masyarakat diiming-imingkan tinggal menerima kunci dan siap ditempati ternyata itu hanya tipuan belaka oleh kontraktor. Bantuan pemerintah untuk rakyat miskin dan yang mempunyai rumah tidak layak huni malah di sia-siakan oleh oknum tersebut. Maka dari itu masyarakat sangat berharap kepada Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Propinsi NTB Agar bertanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukan oleh oknum kontraktor yang belum kunjung selesai hingga saat ini.

Menurut N pada saat dikonfirmasi (4/8) terkait proyek bedah rumah tersebut bahwa banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan perilaku oknum kontraktor ARN yang sengaja mengkibuli masyarakat dengan iming-iming yang tidak jelas.insya Allah Dalam minggu ini kami akan ke Mataram untuk Mempertanyakan Ke Dinas Terkait

Masyarakat banyak yang mengeluh karena beberapa rumah yang mendapat jatah bedah rumah di Desa Waduruka Kecamatan Langgudu, Desa Tadewa dan Desa Sangiang Kecamatan Wera sampai hari ini sama sekali belum Bisa ditempati karena proses pengerjaannya yang belum selesai " "ungkapnya"

Ketika kami menghubungi ARN via telepon maupun SMS untuk mengkonfirmasi terkait pemberitaan tersebut, sampai hari ini tidak pernah ada jawaban, bahkan nomor HP wartawan yang menelponnya untuk mengkonfirmasi pemberitaan tersebut justru diblokir olehnya entah apa Maksud dan tujuannya kami tidak  tahu. (GT/IM)

No comments

Powered by Blogger.