Ulah Oknum Anggota Polsek Sanggar Telah Mencoreng Nama baik Institusi Kepolisian


Ilustrasi:Oknum polisi menodongkan senjata

Bima" Gerbang Timur.- Citra kepolisian kembali tercoreng dengan adanya penganiayaan dan penodongan senjata api kembali terjadi, ini dilakukan salah seorang oknum Anggota polisi yang berinisial (WI/38)tahun, Oknum berpangkat Bripka yang betugas di bagian PS Panit Reskrimum  Polsek Sanggar tersebut telah melakukan penodongan senjata Api dan menganiyaya Korban AN.kejadian ini dikarenakan masalah utang piutang,terjadinya penganiayaan dan penodongan senjata api tersebut dilakukan di rumah(WI) kepada korban berinisial(AN/35) di desa kore kecamatan sanggar, rabu(01/8)kemarin, Jumat,(3/08)

Saat di hubungi terpisah via telephone sebelum berita ini di naikkan pihak keluarga korban meceritakan kronologis kejadian,  korban sendiri berinisial AN(35)tahun,  warga dusun tonggondoa desa lido kecamatan belo Kabupaten Bima,  keluarga korban menambahkan sebelum kejadian penganiayaan dan penodongan yang dilakukan oleh (WI) semula korban sendiri bersama temanya saat ingin membayar sisa uang pembayaran  tanah yang di lelang oleh (WI)beralamat di desa kore sanggar, jumlah sisa pembayaran utang lelang tanah  tersebut sejumlah tiga juta lima ratus ribu rupiah(3.500.000,) dengan harga yang disepakati antara pihak korban(AN )dan pelaku(WI) sejumlah sebelas juta lima ratus ribu rupiah(11.500.000,) semula korban sendiri bersama temanya  menemui dan mencari (WI) di tempat dinesnya beralamat di Polsek Sanggar karena tidak ada (AN) dan temanya langsung menemui (WI) di rumahnya bersama dua anggota Polsek Sanggar, sesampainya di rumah (WI)dilakukan penganiayaan serta penodongan senjata api di kepala dan perut korban (AN)  kejadian tersebut disaksikan oleh teman korban(AN) dan dua anggota Polsek Sanggar. Ucap, NS selaku pihak keluarga.

"Ya benar, pelaku berinisial (WI) melakukan penganiayaan dan penodongan menggunakan senjata api saat tidak bertugas yang mengakibatkan luka memar di pelipis wajah korban (AN) bertempat di rumahnya sendiri beralamat di desa kore kecamatan Sanggar." Tegas, NS Selaku istri korban.

Keluarga korban menyesalkan penganiyayaan dan penodongan senjata api yang dilakukan pelaku(WI) anggota polsek sanggar kore tersebut.kita hanya ingin masalah ini di proses sesuai undang-undang yang berlaku, kami selaku pihak korban meminta pihak kepolisian agar menindak anggotanya yang melakukan represif serta kekerasan di luar kewajaran apalagi dia anggota polisi seharusnya Tidak seperti itu,karna tugas dari pada polisi itu mengayomi, melindungi dan mengamankan.Bukan untuk melakukan tindakan semena-mena.Atas perbuatan oknum yang bertindak sesuka hati tersebut sudah jelas melanggar Aturan Hukum dan mencoreng Nama Baik institusi Kepolisian.

Sementara pelaku dan keluarga korban sedang menunggu proses penyelidikan dan penyidikan di Diskrimsus (Polres Bima), beralamat : Jalan Sultan M Salahuddin, Panda, Bima yang sebelumnya melakukan Visum di poskesmas Woha Kecamatan woha kabupaten Bima.  Ini menambah sederatan kasus penganiayaan dilakukan oleh aparat penegak hukum yakni (Oknum) polisi berinisial (WI), citra kepolisian tercoreng oleh tindakan di luar kewajaran tersebut serta tidak menghormati aturan hukum yang berlaku, sementara pihak keluarga korban(AN) sudah membicarakan secara kekeluargaan masalah utang tersebut jauh hari dengan (WI) semoga masalah ini bisa di selesaikan dengan aturan yang berlaku dan bisa di beri sanksi tegas. Pungkasnya (Unj/Gtb)

No comments

Powered by Blogger.