Header Ads

Header ADS

Menguat politik Kotor di tahun 2019



Oleh:M.Rizal Fahrevi

BIMA- GERBANG TIMUR- Dalam praktik politik yang dilakukan para aktor-aktor politik di atas pentas-pentas kehidupan (berdemokrasi), memberikan warning agar tidak terjadi satu persekongkolan antara rejim- rejim politik.Pada tingkat ini etika politik dipahami sebagai perwujudan dari sikap perilaku politik yang secara kritik dalam pandangan masyarakat , dalam memainkan politik para elit politik buru-buru untuk mendapatkan hati rakyat demi mencapai hasrat kekuasa.anya mereka rela menjual akidahnya. Saya Menuduh mereka sebagai “pelacur politik ,intelektual ,demokrasi , dan lain sebagainya karna tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat dan negara,Proses reformasih dan transformasi politik Indonesia saat ini tampaknya telah menghadapi problem yang sangat serius. Gerak laju pertumbuhan yang digadang-gadangkan dan nanti menuju keadaan yang lebih baik, lebih memberikan harapan yang menjanjikan bagi rakyat juga bagi negara itu sendiri , justru semakin meliuk-liuk tak beraturan, bahkan membelok dan terbolak-balik di mana setelah tumbanganya rejim Soeharto pasca era orde baru di ganti dengan era-reformasi ( 1998 ), yang merencanakan terciptanya keadilan dan kesejahteraan rakyat, tetapi dalam kenyataanya kehidupan yang kita rasakan pada sa.at ini malah memunculkan atau menciptakan predator-predator baru yang dengan serius berjanji kepada masyarakat untuk menciptakan politik murni tampa cacat malah mereka inilah yang paling memakan harta rakyat dan harta negara dan di sini ( M. Riza fahrevi ) menyebut mereka sebagai “ predator-predator yang muncul pasca orde baru yang paling ganas dan kejam dalam menghisap darah rakyat, ibarat seperti nyamuk yang hisap darah manusia itulah mereka sebenarnya, dan mereka dengan tampilan baru, wajah baru, topeng baru dan kembali untuk menjarah habis kekayaan negara dengan kebijakan baru.Dalam persaingan politik internasional dan panasnya politik dalam negeri ini, saya melihat pemilihan umum di tahun 2019 ini lebih menegangkan di banding dengan politik tahun-tahun sebelumnya ,saya melihat di media sosial ramainya opini di publik berita dan informasi hoax yang beredar hari ini hanya untuk menjatuhkan lawan.

seorang putra yang lahir di Desa Ngali dari seorang Bapak bernama HAMDAN DAGON SH ini,yang  sedang mengembang studi di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik smester 2 di universitas kristen indonesia jakarta.(GT/01)

No comments

Powered by Blogger.