Header Ads

Header ADS

AJI Mataram Sesalkan Penutupan Lapak Buku BIAP

Komunitas Buku Ini Aku Pinjam (BIAP) 

Mataram (gerbangtimurbima.com).- Penutupan lapak bacaan Komunitas Buku Ini Aku Pinjam (BIAP) yang dilakukan Satgas Dinas Pertamanan Kota Mataram sangat disesalkan. Tindakan itu tidak bisa diterima akal sehat. (8/4)

Gerakan literasi harusnya didukung pemerintah, bukan sebaliknya menutup paksa dengan dalih belum punya izin penggunaan area publik. Tindakan itu sama dengan upaya membunuh semangat kreativitas dan upaya masyarakat menumbuhkan minat baca. Dimana budaya literasi dan minat baca masyarakat masih rendah.

Penutupan lapak bacaan itu juga bertentangan dengan spirit sebagai kota yang maju, religius dan berbudaya.

“Dengan dalih apapun harusnya pemerintah tidak bertindak seperti itu.”

Komunitas literasi, gerakan yang sangat positif. Mereka anak-anak muda yang mencoba mengamalkan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, “Bacalah”. Gerakan itu juga bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka tergerak karena kesadaran, keprihatinan dan mau berbuat sesuatu bagi daerahnya. Mereka bergerak secara mandiri tanpa biaya dari pemerintah, dan tidak mencari untung.

Harusnya komunitas literasi tidak dipersulit. Sebaliknya, Pemkot harus menyediakan karpet merah bagi mereka agar mudah berkegiatan. Kalaupun harus membuat izin, Pemkot Mataram tidak harus langsung menutup lapaknya.

Sosialisasi aturan sangat penting agar warga juga paham aturan main. Pedagang kaki lima diberikan peringatan beberapa kali sebelum ditertibkan. Harusnya Satgas Pertamanan juga mensosialisasikan terlebih dahulu kepada komunitas tentang aturan yang mengatur.

Karena itu, AJI Mataram yang juga konsen pada gerakan literasi SiBATUR (Simak, baca, tulis dan tutur) sangat menyesalkan penutupan lapak bacaan komunitas BIAP. AJI meminta kepada Pemkot Mataram memberikan ruang bagi komunitas literasi seperti BIAP dan komunitas serupa lainnya tanpa dipersulit. (JRS)

No comments

Powered by Blogger.