Header Ads

Header ADS

GKPD Topang Misi NTB Gemilang

Gelar Rapat gerakan keamanan pangan desa (GKPD) di gelar di Mataram di hadiri seluruh pimpinan Kepala OPD Pemrov NTB mantapkan visi NTB Gemilang.  
Mataram (Gerbangrimurbima.com).- Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) yang dimotorori oleh Balai POM Mataram semakin memantapkan visi misi NTB menjadi daerah yang Gemilang. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMPD NTB Hendra Saputra, dalam pertemuan koordinasi lintas sektor penentuan target 76 desa GKPD, di Mataram (23/4).


“Kami berangkat dengan visi Gubernur NTB yaitu mewujudkan NTB yang Gemilang. Dari visi tersebut ada 6 misi yang menjadi program prioritas beliau. Terkait ketahan pangan kita masuk dalam visi ke 4 dan 5, yaitu NTB asri dan lestari serta NTB sejahtera, dimana penekanannya ada pada pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta penanggulangan kemiskinan. Hal tersebut dapat ditopang melalu program GKPD,” jelas Hendra di hadapan para peserta yang terdiri dari perwakilan OPD terkait.

GKPD sendiri bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa di bidang keamanan pangan berbasis kearifan lokal. Dimana masyarakat diharapkan dapat melakukan pengawasan keamanan pangan secara mandiri, untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Lebih jauh Hendra menjelaskan, dalam mewujudkan GKPD ada 3 aspek yang menjadi indikatornya. Ketiga aspek tersebut ialah, stabilitas ekonomi, akses fisik, serta aspek ekonomi yg bisa diupayakan masyarakat. 

“Hal tersebut harus terpenuhi untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Karena terpenuhinya pangan yang aman merupakan bagian dari hak asasi manusia,” imbuhnya.

Gerakan GKPD sendiri telah dijalanlan sejak tahun 2014 yang lalu. Di tahun 2019 ini sebanyak 76 desa menjadi target GKPD . Ke-76 desa tersebut tersebar di 4 kabupaten di pulau Lombok,  diantaranya Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara (KLU). (novita-tim media)
76 Desa di NTB Jadi Target GKPD.

Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) yang digagas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram. Menyasar sebanyak 76 desa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Gerakan ini sejalan juga dengan program Pemerintah Pusat yakni membangun bangsa dari desa. 

76 desa tersebut merupakan desa baru yang ada di empat kabupaten di pulau Lombok diantaranya Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara (KLU). Dimana kriteria desa yang di intervensi adalah desa maju, berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal. 

“Program keamanan pangan desa ini telah kita laksanakan pada tahun 2014 lalu, dengan target secara Nasional sebanyak 2100 desa dan kini berlanjut pada tahun 2019 dengan target 76 desa khusus untuk pulau Lombok,”terang Kepala BPOM Mataram Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt., M.H. dalam kegiatan koordinasi lintas sektor penentuan desa target program GKPD terpadu Provinsi NTB di hotel Astoria Lombok. 

Tujuan GKPD ini adalah untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa di bidang keamanan pangan berbasis kearifan lokal, agar nanti dapat melakukan pengawasan keamanan secara mandiri, untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Daerah NTB Ir. Rosyadi H Sayuti, M.Sc.,PhD. mengatakan, target 76 desa memang sangat sedikit. Namun bukan berarti desa yang lain tidak boleh ikut serta. 

“Meskipun tidak termasuk target grup tapi tidak ada salahnya kita juga memberikan kesempatan bagi desa lain di sekitarnya, sehingga keamanan pangan ini cepat tersosialisasikan dengan baik. Jadi tidak terbatas hanya 76 desa itu saja.”Ujarnya. 

Desa pangan aman yang di intervensi tahun 2014- 2019 di NTB sebanyak 25 desa meliputi 5 desa di kota Mataram, 5 desa di Lombok barat. Kemudian 3 desa di pulau Sumbawa, 3 desa di Lombok tengah, 3 desa di Dompu, 3 desa di Sumbawa barat dan 3 desa di Lombok timur. 

Sementara untuk desa pangan aman terpadu dari 2017-2019 sebanyak 76 desa dengan rincian sebanyak 21 desa di Lombok barat, 15 desa di Lombok tengah, 29 desa di Lombok timur dan 11 desa di Lombok utara. (Luk-tim media)
Simposium Asia Pacific Geopark Network
Setidaknya ada dua hal yang dapat menjadi keuntungan bagi NTB sebagai penyelengggara Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium yang akan digelar 29 Agustus – 6 September mendatang.

Secara global, perhatian terhadap pelestarian Taman Nasional Gunung Rinjani adalah proses menjaga keseimbangan sebagai bentuk tanggungjawab warga dunia menjaga alam dan lingkungan. Maraknya isu perubahan iklim dan makin tidak terkendalinya perilaku merusak manusia terhadap alam ikut menumbuhkan kepedulian warga dunia bahwa di belahan dunia tropis, Gunung Rinjani dan Taman Nasionalnya perlu diwariskan kepada generasi berikutnya. Pemerintah Daerah NTB merasa perlu mengambil tindakan melindungi keindahan dan sumber utama kekayaan alam Lombok ini. Usulan menjadi situs geopark dunia pun mendapat sambutan dunia internasional. Menyusul nanti Geopark Tambora di kabupaten Bima.

Hal berikutnya adalah potensi penjualan wisata atas kedatangan kedatangan para peserta APGN yang merencanakan mid excursion (wisata simposium) dengan tiga field trip (rencana perjalanan) yang tinggal dipilih oleh peserta simposium. 

Diperkirakan sedikitnya ada 1000 orang peserta APGN yang akan datang melakukan wisata di Lombok. Hal yang mudah bagi NTB dengan deretan destinasi wisata yang dimilikinya namun tetap menjadi tantangan dalam persiapan infrastruktur yang dibutuhkan.

Dua hal tersebut memiliki benang merah yang menjadi kekuatan maupun modal NTB dalam menjaga  sekaligus mengelola kekayaan yang dimilikinya. 

Geopark Rinjani adalah geopark pilihan dilaksanakannya kegiatan simposium ini karena karakter masyarakat yang kuat dalam menjaga kekayaan alam mereka. Sebagai sikap hidup yang telah dimiliki turun temurun dan keteguhan dalam menghadapi perubahan sosial dan budaya sebagai akibat akulturasi, menjadi modal besar. Aset sosial penduduk lokal dalam menunjang program pelestarian sebuah geopark menjadi daya tarik tersendiri bagi Unesco untuk memperlakukan Geopark Rinjani secara istimewa maupun Tambora yang belakangan telah ditetapkan pula sebagai geopark secara nasional.

Sebagai bagian dari Global Geopark Network, Asia Pacific Geopark Network telah melakukan program pelestarian beberapa geopark yang masuk dalam Kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia bersama Gunung Sewu, Jawa Tengah, Ciletuh di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat dan Tambora di Bima.

Geopark Rinjani sebagai gunung tertinggi kedua di Indonesia selain memiliki karakteristik alam yang unik, keterlibatan warga masyarakat dalam hal konservasi maupun pemanfaatan nilai ekonomi yang tetap menghargai lingkungan sebagai aset dianggap sebagai kekuatan lokal. Kini, sebagai aset warga  dunia, Geopark Rinjani memiliki kesempatan untuk dapat dinikmati lebih lama lagi.

Wakil Ketua II, panitia daerah APGN, Ridwansyah membenarkan keterlibatan masyarakat setempat dalam ikut menjaga kelestarian geopark Rinjani namun sekaligus memanfaatkan potensi ekonominya. Dengan demikian, perhelatan APGN 2019 ini yang dihajatkan akan seramai pertemuan IMF di Bali diyakini dapat terwujud karena partisipasi warga masyarakat yang tinggi.  

“Simposium APGN di Zhijindong, Cina tahun 2017 lalu, saya tak menemukan satu warga pun yang mendukung penyelenggaraan simposium itu di situs geoparknya. Kita beruntung punya masyarakat lokal yang peduli dengan program geopark. Mudah mudahan dengan sosialisasi dan promosi yang baik akan membantu suksesnya penyelenggaraan APG ini”, jelas Ridwansyah yang juga Kepala Bappeda. 

Untuk itu persiapan menuju perhelatan simposium tersebut terus dimatangkan. Termasuk persiapan beberapa infrastruktur pendukung yang menjadi lokasi pertemuan maupun wisata para peserta APGN. 

Beberapa fasilitas membutuhkan perbaikan akibat gempa maupun yang memerlukan perawatan. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Samsudin, S.Hut., M.Si menyebut beberapa perbaikan di tujuan wisata seperti Selfie Point di Penangkaran Penyu di Gili Trawangan, akses jalan di jalur wisata Sembalun dan jembatan di daerah Aik Berik serta beberapa titik yang membutuhkan perawatan. Persiapan APGN 2019 melibatkan seluruh OPD di lingkup pemerintah propinsi NTB. (JR)

No comments

Powered by Blogger.