-->

Astaga!!! Ternyata Benih Jagung dari UD. Sinta 42 Ton itu Bodong


Bima, Gerbang Timur,- Mencengangkan, ternyata benih jagung 42 Ton yang didatangkan oleh UD Sinta di Kabupaten Bima beberapa waktu lalu itu Bodong alias palsu. Hal itu terungkap dari hasil penelusuran Kabid Tanaman Pangan, Mansyur, SP bersama BPSP Propinsi Jawa Timur, Dr. Azrai dan Kabid Tanaman Pangan di Kabupaten Dompu dan Sumbawa. Ketiga Kabid bersama tim Propinsi NTB dan dibantu pihak BPSP jawa timur melakukan investigasi terkait benih jagung bermasalah tersebut.

Mansyur yang dikonfirmasi via Handphone membeberkan hasil temuan yang mengejutkan tersebut. Ternyata hasil temuan tim terpadu tersebut ditemukan benih sebanyak 42 ton tidak menggunakan lisensi yang sah. Diduga UD Sinta dan penangkar benih di Jawa Timur melakukan pemalsuan dokumen. "Sebanyak 42 ton benih itu bodong alias palsu. Kami sudah mendapatkan data yang valid," ungkapnya.

Terkait hal itu, Mansyur menerangkan pihak pemerintah Propinsi mengkategorikan hal itu sebagai pelanggaran berat dan UD Sinta sudah diberhentikan izin pengadaan benih untuk wilayah NTB karena tidak menjalankan kesepakatan kerjasama yang baik dan profesional. "Kami sudah sudah cabut izin dan terkait tender yang telah dimenangkan UD Sinta tidak berlaku lagi. Ini sudah keterlaluan sehingga merugikan ribuan petani di 3 kabupaten se-pulau Sumbawa," tegasnya.

Lanjutnya, disarankan kepada seluruh UPTD se-kabupaten Bima yang sudah mendapatkan benih tersebut, untuk tidak lagi membagikan karena itu benih bermasalah. "Hentikan pembagian, mengenai solusi untuk benih bagi masyarakat akan segera dicarikan solusi secepatnya. Ini di luar perkiraan kami," pungkasnya.

Sementara itu, pihak UD Sinta yang dikonfirmasi terkait temuan itu belum berhasil di wawancarai. Penanggung jawab benih di UD Sinta, Ambarwati yang dihubungi via seluler belum menjawab hingga saat ini. (Ryan)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Astaga!!! Ternyata Benih Jagung dari UD. Sinta 42 Ton itu Bodong"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel