-->

Bela Petani, Aktivis Mengamuk di Kantor Dispertapa


Puluhan Aktivis saat Mengamuk di Kantor Dispertapa


Kota Bima. Gerbang Timur,- Puluhan Aktivis Bima mengamuk di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertapa) Kabupaten Bima, Selasa (14/11) Pukul 09. 30 Wita. Hal itu dipicu lantaran bibit jagung yang dibagikan pada kelompok tani tidak layak ditanam.

Pantauan langsung Media Gerbang Timur, terlihat puluhan aktivis mengamuk dan membanting kursi di aula kantor setempat. Mereka tidak terima petani jagung dirugikan karena ulah oknum penangkar bibit dan pejabat yang meraup keutungan dari pengadaan bibit 'busuk'. "Jangan permainkan petani kami dengan cara kotor seperti ini. Harusnya pejabat daerah harus menyikapi serius aspirasi petani soal bibit jagung," teriak Usman S.Pd.I lantang.

Bibit Jagung yang Diduga Bibit Busuk

Aktivis ini juga tegaskan agar tidak melempar kesalahan pada pihak Propinsi semata. Menurutnya, pengadaan bibit bisa datang di Bima karena ada persetujuan pihak Pemerintah Kabupaten Bima dibawah kendali Bupati Hj. Indah Damayanti Putri. "Kok petani dan kami mau dikebiri kiri kanan. Ini jaman tekhnologi, kami tidak bisa ditipu dan dipermainkan oleh pemerintah. Di mana nurani kalian membuat petani merasa dirugikan," cetusnya.

Aktivis lain, Ade Imam Zikrullah memprotes agenda pertemuan dengan Dispertapa tidak dihadiri oleh pihak propinsi. Padahal sehari sebelumnya, Kadis Dispertapa Ir. Rendra Farid berjanji akan pertemukan pihak propinsi dengan aktivis di aula kantor. "Kami hadir untuk bertemu langsung dengan pihak Propinsi namun tidak ada yang hadir. Ada apa ini?" Tanya Mahasiswa STIH ini.

Katanya lanjut, Ia menduga adanya mafia dalam pengadaan bibit jagung. Termasuk Kabid Tanaman Pangan ikut terlibat dalam proyek pengadaan tersebut. "Kami akan melaporkan kasus ini. Rakyat Bima sangat dirugikan," tegas Imam.

Soal bibit, Bupati harus cepat turun tangan karena musim tanam sudah mulai. Intesitas hujan tinggi, kalau bibit terlambat datang maka petani akan rugi. "Bupati jangan sibuk keluar daerah saja. Lihat petani di bima. Jangan mau enak saja. Datangkan pihak Propinsi di Bima," tegasnya.

Kericuhan mereda setelah sekretaris Pol PP Kab. Bima, Drs. Abdul Muis turun tangan. Ia berjanji akan fasilitasi masalah tersebut agar mendapatkan hasil mufakat yang baik. "Mari kita bicarakan baik-baik. Kita akan fasilitasi," ujarnya.

Sementara itu, Kadis Dispertapa hendak diwawancarai tidak ada di tempat. Padahal sebelumnya orang nomor satu di Dispertapa itu pimpin rapat di kantor bersama aktivis. (RYAN)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bela Petani, Aktivis Mengamuk di Kantor Dispertapa"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel