-->

Mengurai Skandal Pemalsuan Label Benih Jagung "Berjamur", Siapa yang Nakal?

Ir. Husnul Fauzi, M.Si (Kadis Pertanian Propinsi NTB)

Bima, Gerbang Timur,- Mengurai benang merah soal benih jagung disinyalir bermasalah, kini mulai ada titik terang. Tidak terbantahkan, buruknya kualitas proyek Milyaran untuk petani NTB karena adanya keterlibatan oknum tertentu yang sengaja mencari keuntungan besar. Berdasarkan hasil penelusuran tim perwakilan tiga daerah di pulau Sumbawa yakni Sumbawa, Dompu dan Bima bersama pihak Dinas Petanian dan Perkebunan NTB dan BPSP Jawa Timur, terungkap cara "haram" yang melibatkan oknum pegawai dipercaya oleh Pemerintah Pusat . 

Informasi yang dihimpun Gerbang Timur di Dinas Pertanian Propinsi NTB, Kasus benih tidak berkualitas ini sudah menjadi atensi Polda Jawa Timur atas perintah Mabes Polri untuk mengusut dan menjerat siapapun oknum yang terlibat dalam skandal megaproyek benih jagung di NTB. Saat ini, aparat melakukan penyelidikan dan mencari otak dibalik benih bermasalah. 

Hasil wawancara dengan Kadis Pertanian dan Perkebunan NTB, Ir. Husnul Fauzi, M.Si di ruang kerjanya, Selasa (29/11) membenarkan hasil temuan pihak utusan NTB dan BPSP Jawa Timur. Menurutnya, temuan yang mengejutkan perwakilan itu adanya pemalsuan dokumen benih jagung Bima 15 Sayang. Modusnya, oknum yang merupakan orang dalam BPSP Jawa Timur melakukan pemalsuan label benih jagung. Rata-rata label yang dipalsukan oknum tersebut menghasilkan benih tidak berkualitas. "Kita sudah kantongi nama oknum tersebut dan bersangkutan sudah mengakui perbuatannya melakukan pemalsuan label benih termasuk kantong bungkusan benih, "bebernya.

Lanjut Kadis, benih yang ditolak petani sebagaian besar sudah ditarik dan dikembalikan ke UD. Sinta. Sampel kualitas benih tersebut dibawa serta ke BPSP Jawa Timur dan dibuktikan ke perusahaan benih. PT Tani Tinu di Kediri. "Pihak perusahaan di Kediri Jawa timur sudah siap mengganti seluruh benih yang rusak. Bahkan sudah ada yang sampai Bima. Mereka sudah mengaku benih itu memang tidak layak ditanam, karena kadar airnya tinggi, sehingga banyak benih yang berjamur dan rusak," jelasnya.

Menjawab siapa saja yang terlibat dalam pemalsuan label perusahaan selain oknum pegawai BPSP Jawa Timur, Kadis mengaku belum mengetahui siapa saja yang diduga terlibat dalam masalah tersebut. Menurutnya, tidak sulit untuk mengungkap kasus tersebut karena bukti permulaan sudah ada. "Masalah ini sudah diproses secara hukum. Polda Jawa Timur langsung turun tangan berdasarkan bukti temuan dari pihak Propinsi NTB dan BPSP Jawa Timur," jawabnya.

Dalam hal ini, dijelaskannya bahwa Perusahaan asal NTB UD. Sinta sebagai pemenang tender pengadaan benih menjadi pihak yang dirugikan. Lebih-lebih petani juga merugi, karena musim tanam bulan November sudah bisa dimulai. "kita menunggu saja, benih akan sampai paling lama 1 minggu kedepan. Saya berharap petani mau bersabar menunggu beberapa hari lagi," harapnya.

Dalam soal ini juga, UD. Sinta juga mendapatkan teguran keras dari Pemerintah Propinsi NTB karena dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab menghadirkan benih berkualitas. Teguran tersebut sudah dikeluarkan sejak tanggal 10 November hingga jangka waktu 40 hari sejak surat diterbitkan. "Direktur UD. Sinta sudah menyanggupi. Jika tidak, maka akan berdampak pada perusahaannya yang tidak lagi mendapat kepercayaan pemerintah untuk tender berikutnya," pungkasnya. (Ryan)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mengurai Skandal Pemalsuan Label Benih Jagung "Berjamur", Siapa yang Nakal?"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel