Lapor Pak Gubernur!!! Proyek BWS NT-1 Di Bima Bermasalah.

Ada Oknum LSM dan Mantan Wartawan "Backup" Proyek BWS

Bima, Gerbang Timur,- Proyek Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara-1 yang ada di Kabupaten Bima terindikasi bermasalah. Proyek Tahun Anggaran 2017 sebanyak Rp.17 Milyar dikerjakan asal-asalan oleh pihak rekanan yang diketahui merupakan warga keturunan Tionghoa inisial CN. Berikut data investigasi yang dilakukan oleh salah satu LSM Bima di lokasi proyek BWS di Kecamatan Monta Desa Tangga dan Kecamatan Woha Desa Waduwani, Desa Tenga dan Desa Risa.

Dalam spesifikasi proyek tersebut yakni untuk normalisasi alur sungai DAM Pela Parado yang ada di Kecamatan Monta Desa Pela. Hasil penulusuran, terdapat beberapa item pekerjaan yang tidak dikerjakan secara maksimal oleh pihak rekanan. Bahkan parahnya lagi, pengerjaan tersebut dibagikan ke kontraktor kecil yang ada di Bima tanpa melalui mekanisme administrasi yang jelas.

Item pengerjaan bermasalah yang ditemukan di beberapa lokasi proyek tersebut, yakni terdapat di Desa Tangga, terkait dengan pengerukan drainase yang tidak maksimal oleh pihak rekanan. Terlihat, pengerukan tersebut tidak memenuhi standar yang tertuang dalam perjanjian kontrak. Alasannya, lantai dasar drainase harusnya dibuat ulang namun tidak dikerjakan. ”Saya menilai ada banyak kejanggalan terkait proyek normalisasi ini, termasuk pengurangan spesifikasi,” ungkap Fardin salah satu aktivis Bima.

Selain itu, Item normalisasi bermasalah ini juga ditemukan di Desa Tenga, hampir 1 kilo tidak dilakukan normalisasi oleh pihak rekanan. Justru hal ini berdampak pada pengaliran air yang menuju Desa Waduwani dan Desa Risa. Padahal proyek normalisasi dilakukan untuk memaksimalkan pengairan persawahan warga di dua Kecamatan yakni Kecamatan Monta dan Kecamatan Woha. ”Kami butuh air yang maksimal untuk sawah kami, kok pihak rekanan kerja abal-abal. Kami dalam waktu dekat akan layangkan surat ke KPK untuk meninjau pengerjaan ini,” tegasnya.

Masalah yang ada di Desa Waduwani terdapat puluhan kontraktror nge-sub pekerjaan normalisasi tersebut. Dugaan kuat, tidak ada kontrak kerja yang dilakukan pihak rekanan pemenang tender dengan pihak nge-sub tersebut. Hasil pengerjaan tersebut amburadul. ”Kami tidak akan tinggal diam dalam masalah ini, intinya dalam waktu dekat, rekanan itu harus berada di balik jeruji,” pungkasnya.

Lebih-lebih di Desa Risa, kasusnya hampir sama dengan Desa Waduwani, ada beberapa oknum kontraktor yang nge-sub pengerjaan tersebut. Bahkan informasi ada oknum LSM dan mantan wartawan yang ikut terlibat backup pengerjaan tersebut, ”harusnya ini jadi pintu masuk pihak Kejaksaan dan Kepolisian untuk melakukan penyelidikan dugaan proyek bermasalah tersebut,” terangnya.

Fardin menduga adanya korupsi berjamaah yang terjadi pada proyek BWS. Untuk diketahui, proyek BWS untuk normalisasi alur irigasi DAM Pela Parado ini sudah mulai dilirik pusat sejak Tahun Anggaran 2015 dan 2016. Namun tetap saja proyek itu terus dijalankan pada tahun 2017. Ada apa di balik spesialnya proyek BWS ini di Bima? Ternyata usut punya usut, dugaan kuat oknum Kepala BWS Propinsi NTB Asdin Zuliadin sengaja gelontorkan anggaran Milyaran tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. ”Saya mendapatkan informasi dari beberapa data dari orang dalam BWS bahwa Pak Asdin yang mengendalikan proyek normalisasi tersebut, namun di Bima digunakan pihak rekanan yang sudah dipercaya olehnya,” bongkarnya.

Dugaan masalah ini sejak lama sudah pernah dilaporkan beberapa oknum LSM namun tidak pernah berujung dan menjerat para mafia proyek ini. Dalam waktu dekat penggiat LSM ini akan melakukan laporan langsung ke gedung KPK, agar semua oknum yang terlibat dalam masalah ini akan secepatnya ditangkap dan diadili,” tandasnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu wartawan Gerbang Timur mendatangi Kepala BWS NTB di Mataram, Asdin Zuliadin di ruang kerjanya, namun bersangkutan tidak ada di kantornya. ”Bapak sudah ke Jakarta, ada tugas luar,” ujar salah seorang pegawai setempat. Begitupun dengan CN, pihak rekanan yang dihubungi di kantornya tidak pernah dijumpai. (Ryan)

0 Response to "Lapor Pak Gubernur!!! Proyek BWS NT-1 Di Bima Bermasalah."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel