Oknum Pegawai Bank "Korupsi" Proyek Bibit Kambing

Ada Kwitansi Suap untuk Pejabat Daerah Rp. 70 Juta

Bima, Gerbang Timur,- Ada saja ulah oknum pegawai salah satu Bank di Bima untuk memperkaya diri. Tidak puas dengan jabatan penting di Bank, Ia mencoba peruntungan nyambi jadi rekanan untuk pengadaan bibit kambing ternak. Ambisinya berjalan mulus, namun proyek pengadaan senilai Rp. 700 juta tersebut diduga di korupsi.

Oknum pegawai Bank tersebut diketahui bernama Wendi. Harusnya bulan Desember ini ia sudah mengumpulkan sebanyak 500 bibit kambing ternak untuk sejumlah kelompok di Kabupaten Bima. Namun data yang diperoleh Gerbang Timur, pihak rekanan baru saja mengumpulkan belum sampai 200 ekor. "Kami duga kuat ada masalah dalam pengadaan bibit kambing tersebut berdasarkan data tertulis dan lapangan yang kami peroleh," ungkap sumber yang berinisial NO, Rabu (6/12) malam.

Modus dugaan korupsi ini tercium pada spesifikasi bibit kambing yang tidak sesuai RAB. Bahkan banyak kambing yang dibeli pihak rekanan masih kecil dan kurang sehat. "Kalau kurang spesifikasi tinggi dan bobot berat kambing yang dibeli, jelas akan mempengaruhi harga satuan kambing yang dibeli ke peternak," paparnya.

Terkait adanya indikasi ini, NO akan melaporkan ke pihak penegak hukum. Alasan banyaknya anggaran yang tidak digunakan secara maksimal justru memperkaya diri direktur CV pemenang pengadaaan. "Ada sekitar 100 ekor bibit tidak layak dibagikan pada kelompok namun tetap ingin dibagikan. Perlu adanya upaya hukum yang harus dilakukan agar menjerat wendi," tegasnya.

Untuk diketahui, kontrak kerja pemerintah dan pihak rekanan akan berakhir pada tanggal 17 desember 2018. Sejauh ini, pengadaan bibit belum mencapai jumlah yang sudah tertuang dalam RAB. "Ini masalah besar, harusnya pihak pengawas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima harus mengambil sikap terkait hal itu," sorotnya.

Isu yang tidak kalah hebohnya, wendi diduga melakukan suap terhadap oknum Pejabat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, sebanyak Rp. 70 juta. Angka tersebut tertuang dalam dua model kwitansi. Dengan alibi untuk pengadaan Sapi padahal rekanan tersebut mendapatkan paket pengadaan bibit kambing. "Saya sudah punya kwitansi soal ini, nanti saya perlihatkan sama mas untuk kebenarannya," ungkapnya.

Oknum pegawai Bank, Wendi dihubungi di kantornya tidak berhasil ditemui. Dihubungi via handphone tidak dijawab. Sementara itu Abdollah via handphone membenarkan adanya pengadaan bibit kambing. Pihaknya belum mendapatakan informasi adanya pengadaaan yang diduga bermasalah. "Terkait hal itu tunggu saya pulang ke Bima, soalnya saya sedang di luar daerah," katanya seraya membantah adanya isu suap pejabat di Dinasnya. "Tidak benar itu, saya tidak bisa melakukan hal yang merugikan masyarakat kelompok," tambahnya.

Berdasarkan data Gerbang Timur, keberadaan kambing sudah ditemukan di salah satu desa di kecamatan Belo. Parahnya lagi, kambing-kambing itu mau dipaksakan dibagi padahal tidak memenuhi standar. Ternyata pegawai Bank ini juga merupakan mantan suami anak dari salah satu pejabat tinggi di Kota Bima. (Ryan)

0 Response to "Oknum Pegawai Bank "Korupsi" Proyek Bibit Kambing"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel