-->

Pecat PNS Bermain Proyek!!!

Kepala SMP Negeri 3 Belo Menyalah Gunakan Jabatan dan Wewenang

Lokasi pengerjaan Proyek Galian

Bima, Gerbang Timur,- Kepala SMP Negeri 3 Belo Jainudin, S.Pd.,M.Pd terindikasi telah melanggar aturan ASN. Aparatur Sipil Negara merupakan suatu profesi yang terhormat di Negara yang kita cintai ini. Pemerintah telah menuangkan dalam UU Nomor 53 tahun 2010 tentang larangan dan sanksi bagi ASN jika melanggar. Dalam aturan tersebut terdapat beberapa poin larangan bagi PNS dalam pasal 4 antara lain bahwa (1) PNS dilarang bekerja pada perusahaan, konsultan atau proyek, (2) melakukan kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain.

Jainudin yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil melakukan pengerjaan proyek galian C di sekitar pinggiran sungai di Desa Diha dan Desa Ncera. Efek dari pengerjaan tersebut sangat merugikan masyarakat petani yg ada di sekitar lokasi galian tersebut. Mengingat imbas dari hal tersebut mengakibatkan tanah persawahan masyarakat tani yang ada di Desa Diha dan Desa Ncera banyak yang longsor dan terkikis akibat pengerukan dari pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh Kepala SMP Negeri 3 Belo ini.

Informasi yang dihimpun oleh Media Gerbang Timur dari Direktur CV. BUNGNAS GROUP selaku pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut, ia membenarkan bahwa CV tersebut memang dipakai oleh Jainudin untuk pengerjaan proyek. "CV saya memang di gunakan untuk pengerjaan proyek Galian C di Desa Diha dan Desa Ncera atas dasar kesepakatan bagi hasil. Sebelumnya ada perjanjian diantara saya dengan beliau, bahwa beliau siap bertanggung jawab apabila dikemudian hari terdapat masalah yang merugikan CV milik saya ataupun masalah yang dilaporkan oleh masyarakat," ujarnya.

Terkait proyek galian C yang dikerjakan oleh ASN yang masih menjabat Kepala SMP Negeri 3 Belo tersebut, Ketua LSM LIDIK pun angkat bicara. "Mengenai efek dari dampak galian tersebut akan sangat merugikan masyarakat tani di sekitar lokasi galian, mengingat imbas galian tersebut mengakibatkan tanah persawahan masyarakat tani yang ada di Desa Diha dan Desa Ncera banyak yang longsor dan terkikis." Ungkapnya.

"Sebelum melakukan penggalian harus ada Surat Pernyataan tidak keberatan dari masyarakat dan harus sepengetahuan Kepala Desa dan Camat setempat, dan pihak pelaksana harus terlebih dahulu melakukan Analisis Dampak Dari Lingkungan (AMDAL) bagi usaha pertambangan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan," lanjutnya.

Selain daripada itu, lanjut Ketua LSM Lidik yang akrab disapa Yan ini mengatakan bahwa oknum pelaksana galian C terindikasi melakukan perbuatan yang melawan hukum serta menyalah gunakan jabatan dan wewenangnya sebagai Pegawai Negeri Sipil. Tugas seluruh ASN di Pemerintahan adalah memberikan pelayanan agar pelaksanaan proyek yang ada terlaksana dengan baik dan berkualitas. Bukan malah ikut-ikutan main proyek apalagi sampai mengerjakannya sendiri seperti dengan memakai perusahaan pihak lain untuk melaksanakan proyek tersebut agar tidak diketahui ikut bermain," tegasnya.

Surat Laporan Ketua LSM Lidik ke Kejari Raba Bima

Lanjut Sirnawan terkait dengan hal tersebut, pada hari kamis (21/12) sekitar pukul 14.00 Wita "saya Selaku Ketua LSM Lidik telah melaporkan secara resmi ke Kejaksaan Negeri Raba Bima atas dugaan penyalahangunaan jabatan yang di lakukan oleh Kepala SMP Negeri 3 Belo. Saya mendesak pihak Kejaksaan Negeri Raba Bima agar laporan tersebut segera ditindak lanjuti" tegasnya. (Uba Gale)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pecat PNS Bermain Proyek!!!"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel