Proyek BWS NT-1 Di Bima Menjadi Trand Topic

Bima, Gerbang Timur,- Proyek Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara-1 yang ada di Kabupaten Bima sampai hari ini menjadi Buah Bibir perbincangan Publik baik di kalangan Masyarakat, Akademisi maupun di kalangan pemerintahan. Terkait dengan Proyek  pada tahun  Anggaran 2017 sebesar Rp.17 Milyar di kerjakan oleh pihak rekanannya CN belum mencapai hasil yang maksimal dan sudah jelas terindikasi telah merugikan Negara. Menurut sumber yg tidak mau disebutkan namanya pada sa'at dikonfirmasi oleh Media Gerbang Timur via telepon dia menyatakan pada hari senin (18/12) bahwa proyek BWS yg ada di Kecamatan Monta Desa Tangga dan Kecamatan Woha Desa Waduwani, Desa Tenga dan Desa Risa proyek yang dikerjakan oleh rekanan yang berinisial CN hanya dikerjakan asal-asalan bahkan sampai hari ini belum bisa dinikmati oleh masyarakat secara nyata.

Seharusnya dalam proyek tersebut mesti dilakukan pengerukan sesuai dengan petunjuk RAB. Normalisasi alur sungai DAM Pela Parado yang ada di Kecamatan Monta Desa Pela masih banyak pekerjaan yang belum dikerjakan oleh  CN. Anehnya pekerjaan tersebut dinyesupkan ke kontraktor kecil yang belum begitu memahami tentang pekerjaan tersebut. Dan tanpa melalui mekanisme yang jelas.

Menurutnya "ada berbagai macam pekerjaan yang di lakukan oleh CN  yang ditemukan di beberapa lokasi proyek tersebut, yakni Desa Tangga terkait dengan pengerukan drainase, terlihat bahwa pengerukan drainase tidak memenuhi standar  yang sudah tertuang dalam perjanjian kontrak. Lantai dasar drainase itu seharusnya dibuat ulang akan tetapi tidak juga dikerjakan oleh CN. Dengan adanya banyak kejanggalan terkait proyek tersebut, juga terjadi pengurangan spesifikasi dan volume," ungkapnya.

Di samping itu juga ditemukan di Desa Tenga juga tidak dilakukan normalisasi oleh CN. Justru dalam hal ini menjadi dampak pengaliran air yang menuju Desa Waduwani sampai Desa Risa. Padahal proyek normalisasi ini dilakukan untuk memaksimalkan pengairan persawahan warga di Kecamatan Monta dan Kecamatan Woha. ”Kami butuh air yang maksimal untuk sawah kami, gimana tidak seperti ini karna CN hanya ingin mendapatkan keuntungan yang besar," tegasnya.

Di Desa Risa juga hampir sama kasusnya dengan Desa Waduwani, lucunya bahwa ada keterlibatan oknum LSM yang "membackup" bahkan dingesubkan ke oknum LSM itu juga pekerjaan tersebut, terangnya.

Menurut H dengan adanya masalah tersebut, ini semua tidak terlepas dari otak Asdin untuk melakukan kejahatan bersama-sama dalam pekerjaan proyek tersebut. Sejak tahun 2015-2016 bahwa proyek BWS untuk normalisasi alur irigasi DAM Pela Parado sudah ada teguran dari pusat sejak Tahun Anggaran 2015 dan 2016. Kenapa masih dianggarkan lagi pada tahun 2017. "Keberadaan  proyek BWS ini di Bima selalu ada masalah, ini semua menurutnya bahwa Kepala BWS Propinsi NTB Asdin Zuliadin sengaja menggelontorkan anggaran Milyaran itu demi kepentingan pribadi dengan rekanannya. Menurut nya kuat dugaan saya bahwa kepala BWS di bawah pimpinan saudara Asdin lah yang mengatur proyek tersebut. Hanya saja seperti pemberitaan Media Gerbang Timur  minggu lalu bahwa Asdin hanya memberikan kepercayaan saja untuk mengerjakan proyek-proyek tersebut, padahal ini semua proyek AS," ungkapnya.

Lanjutnya, terkait kasus BWS ini sudah dilaporkan beberapa kali oleh teman-teman LSM ke Kejati NTB tapi mandek di tengah jalan sampai hari ini.

Menurut salah satu Kasi di Kejaksaan Tinggi Mataram (Tofan) pada saat dikonfirmasi oleh Media Gerbang Timur lewat WA minggu lalu bahwa dirinya tidak pernah tau dan tidak pernah menerima surat laporan dari pihak manapun terkait kasus BWS ini, "coba ada yang masuk sudah saya tindak lanjuti," ungkapnya.(IMAM)

0 Response to "Proyek BWS NT-1 Di Bima Menjadi Trand Topic"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel