Diduga Kades Wilamaci Mark Up Proyek Pembangunan Mesjid 

Arsyad, SH (Kepala Desa Wilamaci)
Bima Gerbang Timur,- Alokasi dana desa merupakan bagian dari dana perimbangan yang diterima oleh pemerintah kabupaten Bima diperuntukan kepada seluruh desa yang ada di kabupaten Bima. Dana ADD dan DDA merupakan uang Negara yang pengelolaannya sudah diatur oleh regulasi karena itu pengelolaan dan penggunaannya harus penuh hati-hati melalui tertib administrasi bukan untuk melakukan tindakan diskriminatif terhadap warga atau golongan tertentu.

Pengerjaan rehab Mesjid dengan menggunakan dana ADD dan DDA desa Wilamaci kecamatan Monta Tahun Anggaran 2016/2017 di mana penggunaan dana desa oleh kepala desa sebagai kuasa pengguna anggaran tidak sesuai prosedural. tatacara penggunaan dana desa tersebut harus melalui mekanisme yang jelas.

Berdasarkan petunjuk UU NO. 6 Tahun 2014 tentang desa, paket program dana desa tersebut tidak diperbolehkan seorang kepala desa sebagai pelaksana program tersebut akan tetapi oleh pihak kepala desa Wilamaci beserta seluruh perangkat desa mengerjakan program yang bersumber dari ADD dan DDA tersebut. Hal ini sudah jelas melanggar ketentuan UU NO. 6 Tahun 2014.

Dalam hal ini Arsyad, SH Selaku kepala Desa Wilamaci yang mengerjakan sendiri proyek pembangunan mesjid dengan anggaran Rp. 120 Juta. Dari sejumlah anggaran tersebut hanya didirikan 12 tiang Mesjid saja. Kemudian beronjong yang seharusnya pengerjaannya ditempatkan di dusun Ngali Baru kecamatan Monta akan tetapi oleh kepala desa dialihkan di pinggir gunung yang sangat jauh dari pemukiman masyarakat setempat. Hal itu telah melanggar ketentuan perencanaan awal yang tertuang dalam gambar dan RAB juga kepala desa Wilamaci melanggar ketentuan UU NO. 6 tahun 2014 tentang Desa.

Menurut salah seorang warga yang kami konfirmasi beberapa waktu lalu terkait isu penyelewengan dana desa oleh kepala desa Wilamaci menuturkan bahwa benar kami terlibat dalam pengurusan proyek tersebut akan tetapi itu hanya formalitas saja.

Di lain kesempatan kami kembali mengkonfirmasi ke pihak kepala desa Wilamaci (23/2) menyatakan "pengerjaan proyek tersebut kami libatkan beberapa lembaga desa seperti pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Apa yang dibeberkan oleh sumber itu tidak benar dan harus dibuktikan kebenarannya jangan asal bicara saja," ungkapnya. Lanjut Arsyad terkait adanya laporan LSM itu haknya silakan saja dan mari kita buktikan sampai ke ranah hukum, tegasnya. (IF)

0 Response to "Diduga Kades Wilamaci Mark Up Proyek Pembangunan Mesjid "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel