-->

HMW BIMA-MAKASSAR dorong dialog bertajuk peran perempuan diera milenial




Makassar" Gerbang timur Bima" Optimalisasi peran Perempuan sebagai rahim peradaban diera milenial." menjadi sebuah tema sentral yang diangkat oleh Himpunan Mahasiswa Wera dalam melakukan kegiatan dialog keperempuanan kali ini.

Realitas perempuan yang terjadi adalah hal yang menjadi gambaran atau peta bagi kita semua untuk melakukan suatu bentuk pembacaan terhadap kondisi perempuan pada era modern ini. Untuk melakukan diagnosa terhadap hal yang terjadi bukanlah hal yang mudah, banyak hal yang saling memiliki keterkaitan dan bergumul di dalamnya. Iktihar untuk melihat lebih jernih kondisi tersebut haruslah melalui pemetaan yang jelas terhadap problematika perempuan di era kontemporer ini. Permasalahan perempuan adalah permasalahan yang selama ini cukup substansial adanya, hal-hal yang menjadi permasalahan hari ini adalah kurangnya kesadaran diri, kesadaran kemahasiswaan dan kesadaran keperempuanan sehingga nilai-nilai  keperempuanan tidak dapat di  aktualisasikan sesuai dengan nilai pendidikan, budaya dan agama.

Nilai tawar proses revitaliasi adalah merefleksikan kembali kesadaran dan peran tokoh perempuan sebagai rahim peradaban. Hal tersebutlah yg harus kita lakukan bersama upaya menyelamatkan generasi pada Era Milenial ini.

Melihat fenomena perempuan di era medern ini, sangat memprihatinkan bahwa dari kondisi perkembangan jaman yang semakin meningkat, sehingga perempuan kehilangan kendali baik dalam ranah pendidikan maupun di ranah budaya dan agama.

 Harapannya dengan diadakan kegiatan ini akan memberikan kontribusi rill sebagai acuan dalam merubah kebiasaan dan budaya perempuan, sehingga perempuan dalam dinamika disorder menuju perempuan yang memiliki budaya titik tekan progresif dan tertib." ujar Abd. Furad Ketua Umum HMW
Dinamika yang terjadi pada generasi muda umumnya perempuan sekarang ini cukuplah mencengangkan, banyak hal yang kemudian terjadi karena ketidakmampuan mereka untuk menterjemahkan apa yang menjadi konteks arus zaman. Apatis, hura-hura dan hedonisme adalah kebiasaan atau rutinitas telah menjadi budaya, sehingga budaya diskusi dan kajian keperempuanan  yg selama ini menjadi kebutuhan primer, sekarang sudah hilang  di telan jaman . Inilah semua realitas yang harus kita hadapi, perubahan sosial yang terjadi begitu cepat sedangkan kesiapan mereka untuk menerima perubahan tanpa bentuk filterisasi terhadapnya jelas akan melahirkan kesalahan tindakan yang cukup signifikan. Sehingga perlu diambil langkah yang bersifat preventif dan strategis adanya guna Menyelamatkan generasi harapan bangsa.

"Rumusan kegiatan ini sangatlah menarik karena melihat dari beberapa narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan pembicara handal Perempuan Sulsel, nantinya juga akan di topang oleh moderator salah satu tokoh perempuan terbaik HMW, sodari IIS MIRANI" menurut salah satu senior HMW.

Masyarakat Wera misalnya, religiusitas sebentar lagi hanya akan menjadi dongeng sebelum tidur untuk generasi berikutnya atau bahkan mungkin terlupakan karena hari ini generasi sudah terhegemoni oleh keadaan sekitarnya, sehingga perlu adanya bagi kita yang masih konsisten memikirkan masa depan bangsa dan mencari soslusi atas dinamika perempuan  hari ini.

Dalam konteks pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai wujud dari komitmen Himpunan Mahasiswa Wera (HMW) Bima-Makassar maka kami secara kelembagaan sangat mengharapkan partisipasi dari Pemerintah serta kerja sama dari seluruh elemen Masyarakat sebagai wujud sumbangsi dan kontribusi riil kami untuk masyarakat Bima pada umumnya dan wera pada khususnya dalam bentuk kegiatan DIALOG KEPEREMPUAN ini.

Kondisi perempuan sekarang sudah tidak kondusif apalagi era milenial selalu mendorong agar generasi harus menguasai jaman dalam artian jaman yang selalu bergelut dengan dunia IT, sehingga yang menjadi kelemahan bagi perempuan era ini adalah mereka tidak mampu menyesuaikan diri dengan jaman.

 Besar harapan kami panitia pelaksana kegiatan dialog keperempuanan ini dapat menemukan jati diri dan nilai nilai  keperempuanan. Selain itu kami sudah menyiapkan narasumber- narasumber yang memiliki kompeten dalam bidang keperempuan. Dan fasilitas makanan dan minuman untuk peserta selalu kami prioritaskan, kegiatan ini juga kami buka untuk umum. Silahkan datang saja di jln. Sultan Alaudin PERPUSTAKAAN UMUM MULTI MEDIA pada hari Minggu 25 maret 2018 pada pukul 09:00-selesai tanpa ada biaya administrasi." Tambah ketua panitia Wiwin Kaswati.

Perempuan di era milenial mahir dalam persoalan IT dan perempuan yang mampu menjadikan IT sebagai sarana edukasi kemanusiaan itu luar biasa.(Arief Gunawan)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "HMW BIMA-MAKASSAR dorong dialog bertajuk peran perempuan diera milenial"

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel