-->

PemDes Tawali dan BPD Atensi Khusus Kasus Bendahara ADD 2018

Suasana Rapat Pemerintah Desa Tawali

Gerbang Timur Bima,- Rapat Pemerintah Desa Tawali beserta BPD dan seluruh Staf kepala dusun terkait pilkades Desa Tawali dan Pelaksanaan Anggaran Tahun 2018 yang berjalan dengan lancar walaupun sedikit memanas.

Beberapa peserta rapat meminta kepada Kepala Desa Tawali untuk menyelesaikan masalah yang menjadi esensi agenda tetapi justru membias dan sekaligus membahas kasus pemalsuan tanda tangan yang di alamatkan kepada H. Alwi selaku Bendahara Desa Tawali yang sedang berkembang di masyarakat dan Media Sosial (MEDSOS) yang kian riuh menjadi bahan pembicaraan khalayak ramai. Demi menjaga citra dan nama baik pemerintah Desa Tawali semua peserta rapat saling sepakat menyerahkan penuh kepada Kepala desa.

Kepala Desa Tawali Ahmad Suyuti dalam sambutan sekaligus pengantarnya mengatakan dengan tegas agar masyarakat bersama-sama menyelesaikan masalah internal di desa Tawali dengan bijak. "Saya mengharapkan kepada semua yang hadir untuk bicara memberikan solusi yang baik dan bijak," tuturnya.

Sekretaris Desa Tawali Muhammad Masnun dengan penuh kesadaran dan niatan baik mempertanyakan pencairan Anggaran Dana Desa (ADD) tahap pertama 20% senilai Rp. 188.482.549 Yang dilakukan oleh Bendahara Desa Tawali H. Alwi di BRI unit Wera (Rabu, 9/5). Hingga pernyataan resmi dari kepala BRI Unit Wera yang menyatakan bahwa Anggaran Dana Desa Tawali sudah dicairkan tetapi beda jauh dengan pernyataan H. Alwi yang mengatakan bahwa uangnya belum cair dan inilah yang membuat Masnun mencari tahu hingga akhirnya berujung ke ranah hukum.

"Jangan menyentuh proses hukum yang berjalan, tetapi kita harus berpikir tentang citra pemerintah Desa Tawali, apakah disebabkan oleh saya yang melaporkan orang yang bermasalah atau mengamputasi jabatan orang yang mencipatakan masalah dan untuk menyelamatkan anggaran selanjutnya, saya tidak bisa bekerja sama dengan orang yang saya anggap tidak bisa diajak kerja sama yang baik bahkan saya tidak mau bertanggung jawab untuk selanjutnya jika keadaanya masih seperti ini," imbuhnya.

Ketua BPD Desa Tawali Julfikar S.Pd yang menjadi moderator dalam rapat tersebut mengarahkan agar rapat dapat berlangsung hingga selesai dan sukses.

Tidak jauh beda dengan harapan serta masukan dari Sekretaris BPD Desa Tawali Husfi A.Ma, "saya mengharapkan adanya komunikasi yang transparan dan saling menghargai agar tidak terjadi lagi kasus seperti untuk selanjutnya," tuturnya.

Ibu Nurhayati yang akrab disapa (Mama Ima) selaku Kesra Desa Tawali mengungkapkan rasa kecewa dan menyesalkan terkait masalah ini hingga sampai tersebar di Media sosial (MEDSOS).

"Ini hanyalah bentuk ketidak jujuran Bendahara kepada Sekretaris yang tidak transparan dan juga tolong usut tuntas oknum yang mengatakan kita selaku Pemerintah Desa Tawali melakukan perampokan besar-besaran," ungkapnya.

Harapan dan kesimpulan sekaligus keputusan dari Kepala Desa Tawali yang disampaikan pada rapat selanjutnya pada hari Kamis (24/5). sebab dinilai sangat sensitive dan berpengaruh secara sosial dan politik. (FT.Wera)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "PemDes Tawali dan BPD Atensi Khusus Kasus Bendahara ADD 2018"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel