Sekdes Tidak Menghadiri Rapat Lanjutan Kasus Bendahara, Kades Tawali Bersikap

Suasana Rapat di Aula Kantor Desa Tawali

Gerbang Timur Bima,- Sesuai Kesepakatan rapat sebelumnya Kepala Desa Tawali diminta oleh forum agar memberikan keputusan secepatnya, tetapi kepala Desa Tawali memilih berpikir demi kebaikan bersama, agar tidak memberikan keputusan kilat.

Namun melihat keadaan mungkin itulah yang di sampaikan oleh Kepala Desa Tawali melalui rapat lanjutan PemDes Tawali dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan beberapa staf dan KAUR. Mendengarkan keputusan sekaligus sikap kepala Desa Tawali selaku pemegang kuasa anggaran sekaligus nasib bendahara Desa Tawali H.Alwi terkait Pemalsuan Tanda Tangan Rencana Penggunaan Uang (RPU) untuk pencairan pertama 20% - 2018 yang menjadi titik awal persoalan internal serta miss komunikasi antara Bendahara dengan Sekretaris Desa Tawali.

Kepala Desa Tawali Ahmad Suyuti melalui palu tanganya dengan tegas mengatakan "dengan segala pertimbangan penuh dengan ini saya memutuskan bahwa demi kelancaran dan berkelanjutan anggaran AD Desa Tawali tahun 2018, bendahara Desa Tawali tetap pada posisi semula dan semoga bendahara beserta sekretaris bisa bekerja sama seperti semula agar tercipta kerja sama yang baik dengan saling memaafkan dan mencabut tuntutan di Kapolres Kota Bima, Saya sudah menghubungi Sekretaris via telepon lebih dari 1x tetapi tidak pernah ada tanggapan", tuturnya.

Sedangkan harapan dan keinginan Sekretaris Desa Tawali Muhammad Masnun pada pertemuan rapat pertama (Senin,21/5) menginginkan posisi bendahara dipertimbangkan sebab tidak bisa diajak kerja sama, imbuhnya.

Sementara itu, H.Alwi yang kami temui selesai rapat menjelaskan "Saya melakukan Tanda Tangan Rencana Penggunaan Uang (RPU) itu karena Masnun sedang tidak berada di kantor dan itu semua sudah dari tahun 2017 saya lakukan, tetapi Masnun biasa saja dan bahkan dia menyuruh saya untuk melakukan tanda tangan ketika dia tidak ada di kantor, kenapa baru melapor sekarang, kenapa saya tidak di laporkan dari dulu? seandainya saya ceritakan semua yang menjadi latar belakang permasalahannya pasti semuanya akan malu, dan intinya saya tidak pernah memakan uang itu sepersenpun jadi saya tidak takut dan itu semua saya lakukan untuk kepentingan pembangunan Desa Tawali seperti pembukaan jalan usaha tani," tuturnya.

Husfin A,Ma selaku Sekretaris BPD menilai "persoalan ini harus dibuat berita acara. Segala yang menjadi keputusan Kepala Desa agar bisa disampaikan kepada Sekretaris Desa Tawali. Apa dan bagaimana tanggapanya nanti biarlah publik tahu titik simpul serta solusi demi kebaikan Pemerintah Desa Tawali kedepannya," ungkapnya.

Ketua BPD Tawali Julfikar S.Pd yang kami mintai keterangan, saran dan tanggapanya terkait kasus sekertaris dengan bendahara, beliau mengutarakan dengan penuh bijak. "Saya sangat mengharapkan kedua belah pihak bisa menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin serta berpikir secara kekeluargaan demi menjaga kelancaran pembangunan Desa Tawali yang berkelanjutan, secara hukum silahkan tetapi yang menjadi harapan kami selaku BPD dan saya pribadi semoga bisa masalah tersebut diselesaikan secara bijak dan kekeluargaan," terangnya.

Camat Wera M. Ridwan S.Sos yang kami temui usai pembinaan dalam kasus tanda tangan RPU 2018 Desa Tawali mengatakan. "Kami mengharapkan masalah semacam ini bisa di selesaikan secara musyawarah-internal PemDes Tawali, dan tidak harus dan selamanya menjadi konsumsi Publik," kurang lebih demikian ungkapnya. (FT.Wera)

0 Response to "Sekdes Tidak Menghadiri Rapat Lanjutan Kasus Bendahara, Kades Tawali Bersikap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel