Luar Biasa,,!!! Ketua Ikatan Mahasiswa Tadewa Berhasil Perjuangkan Bantuan Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2016 Yang Selama Ini Terpendam

Suasana Pertemuan Antara Pemerintah Desa Dengan Masyarakat Di Kantor Desa Tadewa

Gerbang Timur Bima- Masyarakat desa Tadewa bersama Ketua Ikatan Mahasiswa Tadewa (IMTA) mendatangi kantor desa Tadewa (18/7) untuk melakukan protes dan mempertanyakan anggaran dari bantuan Bupati Bima untuk pengerjaan rehab Masjid Al-Attiq desa Tadewa Tahun 2016 lalu.

Proses rehab Masjid tersebut seharusnya sudah selesai di kerjakan Tahun 2016 lalu, tetapi entah apa kendalanya sehingga pengerjaan rehab Masjid tersebut belum juga dikerjakan sampai sekarang.

Dalam agenda pertemuan antara pemerintah desa, pengurus masjid, ketua karang taruna dan masyarakat setempat yang bertempat di kantor desa Tadewa (16/7) guna membahas masalah tersebut sempat diwarnai adu mulut dan saling sekat antara Hizbullah yang juga merupakan Ketua IMTA dengan salah satu pemerintah desa setempat.

Hizbullah ( Ketua Ikatan Mahasiswa Tadewa)

Hizbullah yang merupakan salah satu inisiator yang melakukan protes atas pengerjaan rehab Masjid Al-Attiq menduga kuat telah terjadi Mark Up anggaran yang dilakukan oleh beberapa oknum yang ada di desa Tadewa.

Menurut keterangan IS bahwa bantuan Bupati untuk pengerjaan rehab Masjid Al-Attiq tahun 2016 lalu adalah Sebesar Rp. 30 Juta. Dengan belum cukupnya anggaran untuk dilakukan pekerjaan rehab, dia berinisiatif untuk membantu dulu masyarakat yang meminjam untuk kebutuhan petani dan lain sebagainya sehingga pembangunan rehab tersebut tertunda sampai hari ini.

"Kami dari pihak pemerintah desa Tadewa sedikitpun tidak pernah mengganggu anggaran tersebut. Apalagi anggaran itu untuk pembangunan Masjid, haram jika kami memakan sepeserpun dari anggaran rehab Masjid. Oleh karena keterbatasan anggaran yang ada maka Kami dari pihak pemerintah desa ingin menunggu dulu ADD Tahun 2019 mendatang yang telah kami anggarkan sebanyak Rp. 150 Juta agar pengerjaan rehab Masjid tidak dikerjakan setengah-setengah," terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Tadewa meminta kepada masyarakat untuk bersabar dulu berhubung anggaran untuk pengerjaan rehab Masjid Al-Attiq bermasalah, ia akan melakukan evaluasi internal di ruang lingkup pemerintah desa Tadewa.

"Untuk melakukan pembangunan total Masjid Al-Attiq kita akan menunggu anggaran lewat aspirasi Gubernur nanti, kita akan melakukan rehab sesuai RAB perencanaan dengan rancana biaya aspirasi tersebut, jadi tidak perlu terburu-buru, semua itu urusan saya, apa lagi yang berkaitan dengan tempat ibadah wajib kita laksanakan. Kita tidak bisa main-main yang berkaitan dengam amanat, saya selaku kepala desa juga sebagai penguasa anggaran akan bertanggung jawab," pintanya.

Sementara itu Hizbullah yang dikonfirmasi oleh media Gerbang Timur via telepon membeberkan bahwa anggaran tersebut sudah dibagi-bagi oleh oknum yang ada di lingkup Pemerintah desa setempat dengan alasan bahwa anggaran tersebut sebagai upah orang dan ongkos saat pencairan anggaran. Dia menduga ada kejanggalan dalam hal ini dan ada oknum yang sengaja melakukannya.

"Anggaran bantuan dari Bupati tahun 2016 sebesar Rp. 30 Juta dan dengan rentang waktu yang cukup lama seharusnya pengerjaan rehab Masjid Al-Attiq sudah selesai dikerjakan sejak tahun 2016 lalu. Ketika anggaran sudah ada kenapa pengerjaannya ditunda-tunda terus, ini pasti ada kejanggalan dan ada pihak yang sengaja agar pengerjaan rehab mesjid Al-Attiq tidak jadi dikerjakan," ungkapnya.

"Salah satu hambatannya juga adalah karena tidak adanya komunikasi terbuka antara pemerintah desa dengan masyarakat setempat, sehingga lama sekali terjadi pembiaraan seharusnya anggaran tahun 2016 dikerjakan bukan malah dikerjakan pada tahun 2018," katanya. (UNJ/GTB)

0 Response to "Luar Biasa,,!!! Ketua Ikatan Mahasiswa Tadewa Berhasil Perjuangkan Bantuan Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2016 Yang Selama Ini Terpendam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel