-->




Oleh:M.yusuf Malik

OPINI:Perjalanan demokrasi menuju pimpinan puncak dan menjadi orang nomor satu kabupaten Bima telah mewarnai perjalanan demokrasi tahun 2014-2015 lalu, sampai pada terpilihnya pimpinan kabupaten bima yang kita kenal Hj. Indah Damayanti Putri, Untuk menjadi orang nomor satu di kabupaten, Beliau cukup dipenuhi dinamika dalam perjalanan kepemimpinan Bupati Bima, karena cinta masyarakat kabupaten bima terhadap beliau sungguh luar biasa. Sebagai orang pertama perwakilan gender memimpin kabupaten bima, ini merupakan sejarah baru untuk sistem keistanaan dana mbojo dalam mempertahankan sistem dinasti demokrasi daerah mbojo itu merupakan langkah alternatif dalam menjunjung tinggi tatanan kekerajaan.


Ini menunjukan bahwa Hj. Indah Darmayanti Putri merupakan orang yg dipercaya bisa bertarung dalam dunia politik pada awalnya. paradigma masyarakat pada dasarnya merupakan pilihan terbaik dalam menemukan jati diri pemimpin yang diimpikan, karena kita yakin bersama orang yang kemudian dipilih oleh masyarakat kabupaten bima lebih khususnya renda itu kemudian pada dasarnya berdasarkan hati nurani masyrakat secara langsung tanpa indikasi dari politik praktis.
Suara masyarakat renda sendiri yang diberikan kepada bupati bima mencapai 90%. Ini menunjukan bahwa kepercayaan penuh untuk melanjutkan tongkat estafet Almarhum (H. Feri) dipercayakan dan dinobatkan kepada Hj. Indah Darmayanti Putri, kepercayaan itu tidak sia-sia yang telah membawa beliau menjadi orang nomor satu kabupaten bima. Karena sampai dengan hari ini suara terbanyak untuk Umi Dinda terbesar berada di desa renda, itu merupakan data pemilihan pada tahun 2015 lalu.

Dalam perjalanan kepemimpinan Umi Dinda banyak dinamika yang dihadapi mulai dari struktural pemerintahan, pembangunan infrastruktur, sampai pada pemberdayaan masyarakat. semuanya menuai sorotan dari publik. Sebagai orang yang berperan di eksekutif itu mungkin dianggap sebagai hal yang lumrah dan niscaya atas keberadaannya. Tapi kita harus ketahui bersama bahwa BIMA ramah itu dalam kepemimpinannya merupakan visi keummatan.

Bima RAMAH sebagai visi utama Bupati Bima yang selama ini dikenal oleh publik, masyarakat merasa sampai dengan hari ini masih menjelma dalam mimpi mewarnai tidur panjang kepemimpinannya, karena konsep BIMA RAMAH sampai hari ini banyak masyarakat tidak tahu persis bagaimana grendesaint yang coba ditampilkan pada publik. Tidak lain itu pula dirasakan oleh masyrakat renda yang selama ini begitu santun dalam melihat perjalanan kepemimpinannya.

Renda sebagai desa yang memberikan suara terbanyak untuk Bupati Bima hari ini telah dihianati dan dilupakan oleh pemerintahan daerah, karena sampai pada titik awal keberangkatan kepemimpinannya (Bupati Bima) ataupun pemerintahan daerah tidak memberikan sumbangsih apapun pada masyarakat renda yang menyentuh langsung atas keberadaan masyarakat desa renda sebagai eksistensi kehidupan kenegaraan yang berada dalam zona kepemimpinannya.

Ini ditunjukan dengan adanya beberapa penolakan yang dilakukan oleh pihak istana terhadap kehadiran generasi muda renda beberapa waktu lalu. Kehadiran generasi muda keistanaan beberapa waktu lalu ditolak mentah-mentah oleh bupati bima, padahal kehadiran mereka merupakan panggilan dari janjinya yang ingin sering bertemu dengan generasi muda renda atas pengakuan nya pada tanggal 20 Juli 2018. Perjumpaan dengan generasi muda adalah kerinduan terhadap masyarakat renda "saya ingin sering bertemu dengan kalian" kata Bupati Bima di istana.

Kalimat itu merupakan ungkapan yang terus diingat oleh pemuda renda sampai dengan hari ini. Karena kepergian pemuda renda beberapa waktu lalu di istana Merupakan panggilan kerinduan beliau, dan itu bukanlah ungkapan kebetulan yang tiba-tiba keluar dari mulut beliau tapi itu merupakan ungkapan nurani atas kesadaran politik. Kekecewaan sudah pasti muncul pada pemuda dan generasi renda, karena hal itu merupakan suatu penghinaan dan penghianatan terhadap kepercayaan masyarakat renda. Pemuda sebagai representasi dari masyarakat renda menganggap benar-benar dikecewakan oleh pihak pemerintah daerah. Hal ini menuai banyak sorotan dari tokoh-tokoh pemuda renda, termasuk PK KNPI Belo angkat bicara, yang langsung putra kelahiran renda itu beliau tidak ingin bahwa generasinya dipandang sebelah mata oleh pihak pemerintah.

Beberapa status coba di publikasikan di berbagai media sosial sebagai bentuk kekecewaannya, itu datang dari pemuda renda lebih khususnya. Respon dari netizen begitu banyak pula sebagai reaksi muncul dan coba menanggapi melihat pertama kali pemuda renda angkat bicara terkait bupati bima. Tidak salah bila kemudian sikap politik dan sebagai desa yang dikenal sebagai petarung generasi renda hari ini angkat bicara persoalan bima. Sebagai desa yang melahirkan petarung dan begitu santun dalam berpolitik renda tidak akan tinggal diam terhadap kelakuan pemerintah daerah hari ini, dengan mempertimbangkan bahwa bupati tidak ingin menyapa renda lagi dan melupakan segala hubungan dengan masyarakat renda. oleh karena itu kami semua selaku generasi penerus desa renda menyatakan sikap bahwa;

1. Bilamana bupati bima tidak ingin hadir di
renda maka suara bupati bima (Hj. Indah Darmayanti Putri) bisa kami pastikan tidak akan ada 1 pun pada periode yang akan datang.

2. Kami tidak ingin melihat bupati bima melintasi wilayah belo selatan, bilamana hal demikian terjadi maka dianggap perlu untuk menutup akses jalan renda itu sendiri.

3. Menganggap bahwa pemerintahan periode 2015 sampai pada hari ini telah dan gagal dalam melakukan, mewujudkan, dan menciptakan bima ramah sebagai visi utama.

4. Meminta kepada bupati agar kiranya menepati janji politik kepada masyarakat renda sebagai bentuk tanggungjawab moral sebagai manusia yang mempunyai hati nurani.

5. Apabila poin-poin diatas tidak mampu direalisasikan dan diwujudkan maka bupati bima harus mengundurkan diri atas dasar kesadaran politik, baik sebagai politisi ataupun Bupati bima.

Saya akhiri tulisan ini dengan kutipan Francis Fukuyama yang menyatakan bahwa "jika ingin memperbaiki Negara dan menjadi negara yang kuat cukup perbaiki lembaga yang ada didalamnya".
Mari kita ber-Fastabikulkhairat. Salam rindu untuk Bupati Bima.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to " "

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel