-->

Gubernur NTB Doktor Zul Sebut Miris Pengelolaan Cagar Biosfer Tambora Tidak Memadai Prasarana Pendukung


Mataram" Gerbang Timur Bima.- Nusa Tenggara Barat tidak hanya memiliki gunung Rinjani tetapi juga gunung tambora yang pesona dan eksotismenya tidak kalah. Meletusnya gunung Tamboralah yang merubah wajah Eropa seperti sekarang. Untuk itu, kawasan tambora sangat berpotensi sebagai cagar biosfer.

Demikian disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc saat membuka rapat koordinasi pengembangan kawasan Tambora  sebagai cagar biosfer di ruang rapat sekretaris derah kantor gubernur NTB, Kamis (27/10/18).

Rakor yang juga dihadiri oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus Kemenko PMK, Wijanarko Setiawan ini, bertujuan untuk membahas program yang bisa dikembangkan, sehingga perlu adanya sinergi dalam pengembangan kawasan tambora secara menyeluruh.

Doktor zul dalam sambutannya menyampaikan bahwa topik terkait kawasan tambora ini sangatlah menarik, pesona tambora sungguh luar biasa tetapi miris pengelolaannya. Sarana prasarana yang belum tersedia, area yang luas namun belum bisa termanfaatkan dengan baik dan beberapa hal lain yang belum mendukung menjadi fokus perhatian yang harus dikedepankan.  

“Saya sangat optimis dengan keberadaan Kemenko PMK, dalam waktu yang tidak terlalu lama Tambora bisa menyusul Rinjani menjadi kebanggaan dunia”, ucapnya penuh harap.

Pada kesempatan yang sama Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus Kemenko PMK, Wijanarko Setiawan mengatakan, bahwa hal mendasar perwujudan tambora menjadi cagar biosfer adalah dalam rangka membantu dan mendorong perwujudan kesejahteraan masyarakat, dengan seluruh potensi yang dimiliki. " Kedepan kita harus berupaya untuk melengkapi syarat-syarat yang diminta, sehingga ada label Biosfer bagi pengembangan kawasan tambora", tutup Wijanarko. (GT/02)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Gubernur NTB Doktor Zul Sebut Miris Pengelolaan Cagar Biosfer Tambora Tidak Memadai Prasarana Pendukung"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel