-->

Benang Kusut Uang Negara 6,2 M BPD NTB, Mahasiswa Minta Diusut Tuntas


Jakarta" Gerbang Timur Bima-  korupsi yang merugikan negara sebanyak 6,2 M oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Barat yang diduga kuat dilakukan oleh Kepala Bank  NTB Cabang Dompu (Rusda) dan Direktur Umum Bank NTB (Komari Subakir) dengan Perseroan Terbatas Pesona Dompu Mandiri (PT PDM) diminta oleh Mahasiswa Pemerhati Daerah Nusa Tenggara Barat Jakarta harus segera diusut tuntas.

Ketua Umum Mahasiswa Pemerhati Daerah NTB Jakarta, Zainul Abidin mendesak untuk diusut tuntas kasus tersebut, karena diduga kuat dalam kasus tersebut terjadi kolusi dan nepotisme secara sistematis dan terstruktur di pihak kreditur (Bank NTB) dan Debitur (Perusahaan). Ungkapnya

“Kasus korupsi yang merugikan negara sebanyak 6,2 M ini, harus segera diusut tuntas karena terjadi secara terstruktur dan sistematis,” kata Zainul Abidin dalam press rilisnya, Selasa 01 Januari 2019.
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia

Dijelaskan kasus ini telah di uraikan dan menuai benang kusut tidak jelas dalam keastian hukum, disebutkan pertama karena penyimpangan mulai dari proses pengusulan anggaran oleh PT PDM tahun 2017 sampai pencairan yang dilakukan oleh Bank Pembanguna Daerah NTB yang cacat standar operasional prosedur (SOP).

"Uang yang rencana akan dicairkan dalam proses yang cacat SOP ini sebanyak 10 M namun sampai terbongkar kasus ini, Bank NTB telah mencairkan anggaran sebanyak 6,2 M dengan lima tahap pencairan. Pertama, Rp. 3 miliar. Kedua, Rp. 1,5 miliar. Ketiga, Rp. 1 miliar. Keempat, Rp. 500 juta. Dan terakhir, Rp. 200 juta," bebernya

Ia juga menyebutkan, telah memperhatikan perkembangan kasus korupsi ini tidak ditangani dengan serius walaupun ditangani oleh Kejaksaan Tinggi NTB. “kasus ini sudah ditetapkan berapa tersangka, salah satunya Kepala Bank NTB Cabang Dompu yaitu Rusdam, namun sebenarnya tidak ada perkembangan secara signifikan." Ucap, Zainunl Abidin yang biasa disapa Zainul, yang juga Alumni Mahasiswa FISIP, pada  Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Mataram tersebut dalam rillis berita yang di terima media ini. 

Kasus ini sudah bergulir, tersangkanya pun sudah di tetapkan,  telah disebutkan menambah panjang penanganan hukum serta kurangnya pengawasan dan  masih dikatakan lemah di NTB.   

termasuk diduga kuatnya terlibatnya Komari Subakir yang mencairkan anggaran tersebut tidak diusut tuntas,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Zainul menjelaskan untuk memastikan kurugian negara, menurutnya dalam kasus korupsi secara terstruktur dan sistematis ini, meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan Nusa Tenggara Barat menetapkan bahwa ada kerugian negara dalam proses pemberian fasilitas kredit oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB kepada PT Pesona Dompu Mandiri. 

dalam kasus ini, meminta kepada Kejaksaan Tinggi NTB untuk serius menangani kasus korupsi ini, dan terutama segera menahan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi ini yaitu Kepala Bank NTB Cabang Dompu yaitu Rusda dan Direktur PT PDM dan menetapkan sebagai tersangka mantan Direktur Umum Bank NTB Komari Subakir karena terindikasi kuat sebagai aktor dalam kasus korupsi ini. Dan mengharapkan Direktur Umum Bank NTB yang terkonversi menjadi Bank NTB Syariah di tahun 2018 Kukuh Raharjo juga untuk menyelesaikan kasus yang merugikan negara ini. Ucapnya. (GT/02)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Benang Kusut Uang Negara 6,2 M BPD NTB, Mahasiswa Minta Diusut Tuntas"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel