-->

Kurangnya Pengawasan Pemerintah, Program Inovasi Desa Belum Efektif


Arfan,  Sos. M.ip, kanan
Pasca Magister / STPMD Yogyakarta,
 foto/wisuda
Mataram" Gerbang Timur Bima.- program inovasi Desa yang diluncurkan oleh Pemerintah Daerah beberapa waktu lalu dinilai berjalan sesuai harapan dan bertahap, efektifitas hambatan berjalannya program tersebut tentu harus ada kesinambungan antara Pemerintah daerah dalam hal teknis serta  pengembangan yang bertumpu pada item yang di fokuskan program tersebut dalam membangun desa. 

Alumni Kampus (STPMD) Yogyakarta, Arfan menilai program tersebut akan lebih efektif jika pemerintah desa lebih memfokuskan upaya peningkatan kesejahteraan masyrakat  dalam membangun desa, menurutnya pemerintah desa sebagai penyedia pelayanan harus lebih efektif melihat peluang desa serta pengembangan serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) di upayakan tuntas. Ungkap, Arfan, Sos. M. ip, salah satu pemuda asli Bima, yang baru menyelesaikan study Magister Ilmu Pemerintahan Daerah di (STPMD) Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa Yogyakarta beberapa bulan  lalu saat wawancara dengan media ini di Mataram. Kamis, (27/12/2018)

"Sinergitas Pemerintah Daerah dan pemerintah Desa sebagai pengontrol dan pemberi hal teknis, hal tersebut bisa di upayakan untuk melihat potensi dan keberagaman masyrakat dalam membangun desa kreatif dan  peningkatan berwirausaha" ujarnya

Dia menilai,  pantauanya  beberapa penelitian dilakukan,  salah satu desa di Kecamatan Belo belum mampu di perdayakan lewat Anggran Dana Desa atau disebut ADD. Dinilainya sangat mampu mengembangkan taraf ekonomi masyarakat desa, hal tersebut di perkuat kurangya tingkat pemahaman Aparatur Desa yang minim ditambah kurang di perdayakan Pendamping Desa sebagai pengontrol. 

"Pendamping Desa harus, kerja kolektif dalam hal mengontrol realisasi anggaran tersebut supaya 3 item dalam program inovasi Desa tersebut bisa berjalan lancar," ulasnya

Dikatakanya kaitan pengembangan ekonomi lokal dan wirausaha masyrakat dan peningkatan SDM Desa disebut, harus tersentuh langsung alokasi dana desa dalam hal pengembangan serta peningkatan lewat fungsi kontrol Pemerintah Desa dan Daerah, efektifitas dimaksudkan tersebut bisa di ukur sejauh mana sinergitas Pemerintah Desa dengan Pemerintah daerah. 

"Relasi itu harus bersinegi antara pemerintah Desa dan unsur terkait, termasuk Camat, Bupati, DPRD serta Bappeda, dalam mewujudkan dasar usaha ataupun jasa yang benar mampu memberikan poin penting dalam pengembangan jalur usaha bagi masyrakat pedesaan," pungkasnya

Tidak hanya itu, dijelaskannya relasi pemerintah itu akan terwujud efektif lewat kerjasama yang baik antara pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi dalam hal membangun ekonomi masyarakat di tingkat desa. 

"Bukan hanya sekedar inovasi melainkan membangun relasi yang baik, disebut juga,  dalam hal ini tingkat pengawasan pemerintah masih minim." ungkapnya

Diketahui persolan tersebut alur pengawasan masih membutuhkan pengawasan serius, dalam hal kesejahteraan pembangunan serta peningkatan kapasitas masyarakat Desa, dikarenakan kurang adanya hubungan emosional yang baik antara Pemerintah Desa Dan masyrakat. "Hal tersbut terlihat lewat komplain masyrakat kurangnya fasilitas pendukung dalam hal pengembangan ekonomi masyrakat kreatif." Tuturnya

Kesejahteraan masyrakat desa bisa terwujud lewat inovasi kongkrit, pengawasan  Pemerintah dalam mewujudkan peningkatan ekonomi masyrakat, SDM, pembangunan ekonomi Lokal dan wirausaha yang berkelanjutan lewat implementasi alokasi dana Desa. (GT/02)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to " Kurangnya Pengawasan Pemerintah, Program Inovasi Desa Belum Efektif"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel