-->

Usaha Pengolahan Daun Kelor "Pak Nasrin" Inspirasi Usaha Generasi Muda NTB


Mataram" Gerbang Timur Bima.- Pengolahan jamu tradisional berbahan baku daun kelor memberi nilai positif bagi masyarakat,  disisi lain usaha kreatif tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi pembukaan laangan kerja dan usaha. (20/1)


Nasrin selaku pemilik usaha pengolahan jamu tradisional  menjelaskan usaha tersebut sangat memberi nilai tambah bagi masyrakat, menurutnya usaha dn pengolahan dengan meperdayakan tanaman sebagai bahan baku pengolahan diantaranya dengan produk unggulan Jamu tradisional,  daun kelor dan rempah.


"contoh pengolahan tersebut saya terapkan  bagi masyrakat, kenapa ini berbahan utama daun kelor karena mengambil salah satu tanaman yang mempunyai manfaat tinggi bagi manusia dalam hal kesehatan." Katanya


Pengolahan tersebut digagas pada tahun 1993 sampai sekarang sampai sekarang tetap eksis, Selain dari kepiwaiannya mengolah jamur dan daun kelor  bapak tiga anak ini cukup berinovatif dalam hal pengolahan dan mempunyai dedikasi tinggi terhadap lingkungan.


"inisiasi usaha ini sebagai pionir, ini sebagai awal proses dan pengembangan. khusus untuk generasi muda supaya lebih kreatif dalam hal berinovasi," tambahnya


Pengembangan aka terus dilakukan diantaranya akan di buka lahan di dompu, kilo dan pekat untuk peningkatan dan pengembangan usaha tersebut.


"iyaa untuk kedepan dengan terus berinovasi usaha ini akan dikembangkan. Dan sejarang akan di uji coba pengbangan masker dan sabun berbahan baku yang sama." sebutnya


Tahun 1988 Nasrin pada awalnya hingga sampai hari sikap leader terus di pertahankan dia sukses jadi direktur termuda pada umur 21 tahun, Nama lengkap Nasrin H. Muhtar Lahir  di desa Malaju kilo Tgl 01 Juli 1972, bukan hanya aktis sebagai pengusaha dia juga sering mengahadiri beberapa seminar di kampus - kampus dan universitas di Mataram dan beberap media , televisi sebagai pembicara interpreuner  dalam hal engembangan usaha
Dan bisnis. 


"kebetulan dalam waktu dekat  investor korea sendiri tertarik dengan produk olahan kelor ini, kenapa bahan bakunya kelor karena melambangkan ikon Dompu sumbawa dan Bima, insyaallah saya di undang ke Korea selatan untuk mempresentasikan potensi dari sisi olahan dan sisi bisnis, "pungkasnya


Kedepan usaha tersebut diharapkan akan mampu saya terapkan sebagai contoh dan memberi manfaat bagi masyrakat dengan olahan bahan baku daun kelor,  mengingat ini penting bagi kesehatan berupa produk jamu teh kelor, rempah rempah dan kedepan akan terus di perbaharui dengan inovasi yang bervariatif.


"saya berharap ini sebagai solusi buat masyrakat dari problem yang ada, mengingat ini bisa di jadikan suatu manfaat bisnis maupun terbangunnya lapangan pekerjaan baru, dengan menggunakan tanaman dau kelor." cetusnya


Inovasi pengemasan pengolahan Morinanga jamur ini akan terus di kembangkan mampu menjangkau pasar dunia dengan pengolahan daun kelor sebagai produk bahan baku utama, setiap harinya mampu 3200 sampai 4000 per hari.


"untuk alat sendiri kita beli dan datangkan langsung dari china untuk produk teh celup kelor. Kedepan lagi kita akan menambah produk pengolahan dengan bahan baku dari tanaman dau kelor." ucapnya. (GT/02)



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Usaha Pengolahan Daun Kelor "Pak Nasrin" Inspirasi Usaha Generasi Muda NTB"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel