-->

Warga KLU Datangi Kantor DPRD Dan Pemprov Desak Ijin PT IZW Di Cabut


Mataram" Gerbang Timur Bima.- Tidak tahan merasakan kepongahan akibat masuknya perusahaan di tanahya, ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Pemuda dan Masyarakat Dusun Lendang Luar Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara turun ke jalanan Kota Mataram.

Sekitar pukul 10.00 Wita, mereka melangkah menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dilanjutkan ke Kantor Gubernur NTB. Massa aksi dalam orasi-orasinya menyampaikan keluh kesah atas keberadaan PT Ira Zhafran Wisata (IZW) di tanahnya.


"Sungguh miris yang lakukan PT IZW  itu berusaha merampas tanah rakyat. Terlebih secara tegas bahwa bumi air dan kekayaan alam Indonesia dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk kepentingan rakyat, ini di jamin secara konstitusional, " Ucap Koordinator Aksi (Korlap) Lukman, di depan Kantor DPRD NTB, Senin pagi (28/1). 

Menurutnya, dari informasi yang dihimpun media, sekitar tahun 2018 lalu tiba-tiba kendaraan bermuatan material bangunan memasuki pemukiman warga menuju lahan yang selama ini dijadikan sebagai sumber kehidupan masyarakat di dusun tersebut.

Lambat laun material tersebut digunakan untuk membangun beberapa bangunan yang belakangan diketahui oleh penduduk; akan dibangun beberapa Villa. Sebelumnya warga sempat mendengar desas-desus bahwa ada perusahaan swasta yang akan membangun beberapa bangunan di lahan yang telah dimanfaatkan warga sejak tahun 1990 tersebut.


"Benar saja, ternyata perusahaan swasta yang bernama PT. IZW telah mendapat izin prinsip, izin amdal, izin sarana prasarana dan izin kelayakan lingkungan hidup dari Dinas Kehutanan Provinsi NTB untuk lahan seluas 131 hektar. Padahal jika kita membaca syarat-syarat diterbitkannya izin seperti tersebut di atas, di dalamnya ada syarat harus diperhatikannya aspek kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat," tukas Lukman.

Selain itu masih banyak kisah pilu warga yang tidak dapat lagi memanfaatkan lahan karena telah dimiliki oleh perusahaan, sementara di daerah mereka sudah tidak ada lagi sumber penghasilan yang lain selain berkebun atau bercocok tanam di kawasan tersebut. Apalagi pasca gempa besar melanda Lombok Utara, di mana ekonomi seluruh warga sedang sangat sulit.

"Masyarakat dengan para pemudanya telah mencoba berkomunikasi dengan aparat pemerintah; mulai dari Kepala Dusun, Kepala Desa sampai Dinas Kabupaten. Namun respon mereka acuh tak acuh, padahal itu tugas mereka melayani warga. Di mana Negara,"Tanya Lukman.


Tidak lama berorasi di halaman kantor DPRD NTB. Aksi warga ini diterima oleh Politisi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan TGH. Hazmi Hamzar bersama Ir. H. Busrah Hasan dari Fraksi Partai Golongan Karya didampingi Kepala Bagian Umum dan Hubungan Masyarakat Setwan NTB. “Aspirasinya kami terima, untuk hal ini kami akan libatkan semua Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara Juga“ janji TGH. Hazmi Hamzar

Setelah di terima di Kantor DPRD NTB, warga tersebut melanjutkan tuntutanya ke Pemprov NTB. Tiba di kantor Gubernur Massa Aksi serobot masuk di halama kantor Gubernur pake mobil Pick Up, tapi warga di paksa keluar dari halaman kantor oleh satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), di nyaris adu otot Dengan kecewa massa Aksi teriak  apakah ini Visi NTB  Gemilang, Dr Zulkiflimansyah, mengusir Rakyat secara tidak hormat di saat rakyatnya masih kelaparan.


"Apakah NTB akan Gemilang saat rakyatnya sulit memperoleh makanan, apakah NTB akan Gemilang saat rakyatnya tidak memiliki pekerjaan, apakah NTB akan Gemilang saat rakyatnya tidak dapat mengakses pendidikan dan kesehatan yang layak,"Teriak warga

Kemudian massa aksi di minta untuk melakukan audiensi langsung di Aula kantor Gubernur di wakili oleh beberapa perwakilan masyarakat, melalui Kabid Perlindungan Hutan, Konservasi Sumber Daya Alam dan ekosistem (PHKSDAE) Dinas LHK NTB, Mursalah, pihaknya setelah mendengar keluhan warga tersebut berjanji akan menindaklanjuti tuntutanya. ”Kami akan turun cek ke lokasi dan berkoordinasi dengan Pemda KLU terkait dengan tuntutan ini,” ucapnya. (GT/02)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Warga KLU Datangi Kantor DPRD Dan Pemprov Desak Ijin PT IZW Di Cabut"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel