Sampah dan Harapan Baru


|Oleh : Didu (Direktur M16)


Mataram.- Isu sampah ini dari dulu seputar itu itu saja. Soal TPA, kesadaran warga buang sampah, pemisahan sampah organik dan an organik, terus penyediaan fasilitas publik utk sampah, dan lain - lain.

Saat ini seiring perkembangan jaman , ada alat pengolahan sampah modern dng berbagai kualifikasi dan spesifikasi kegunaan.

Jika dulu sampah plastik dianggap berbahaya bagi lingkungan Krn tak bisa diurai oleh tanah, maka sekarang ada Tehnologi Daur Ulang nya.

Jika dulu orang seenaknya buang sampah sembarangan, maka seiring dengan meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat, maka ada berbagai macam produk hukum/ Perda larangan yg disertai ancaman hukuman badan atau denda.

Jaman jadul ada program namanya PROKASIH ( Program Kali Bersih ) sbg upaya preventif sekaligus membangkitkan kesadaran agar tak buang sampah sembarangan di kali / sungai, selokan, drainase, dll.

Model model penanganan sampah dari dulu hingga kini intinya sama yakni bgmn problem sampah tersebut bisa diatasi dengan baik tanpa mengorbankan kelestarian dan keseimbangan lingkungan.

Kini diera Millennial ini ada program Zero Waste yang pada dasarnya sampah2 yg dihasilkan warga, dll bisa dikelola secara produktif dan menghasilkan value dengan berbagai skema.

Sampah yg dulu diabaikan kemanfaatannya karena dianggap kotor , jorok, dll, tapi kini seiring kemajuan tekhnologi justru menjadi harapan baru untuk kesejahteraan. Barang barang buangan, seperti plastik , kardus , dll menjadi ada punya harga .

Kelak jika ditemukan lagi Tehnologi yg lebih canggih utk pengolahan sampah , bukan tidak mungkin sampah bukan lagi menjadi permasalahan lingkungan lagi. Justru yang menjadi soal adalah makin banyaknya warga yg berlomba lomba terlibat mengambil sampah sbg harapan hidup barunya. Akhirnya Supply dan demand tak seimbang, ujung ujungnya muncul Kartel Sampah. Wallahualam. (Uje) 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sampah dan Harapan Baru"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel