HMI Mataram “Duduki” Ruang Sidang DPRD NTB

Mataram.- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mataram menggedor kantor DPRD NTB, selasa (6/8). HMI menyoroti kunjungan kerja (kunker) Puluhan anggota DPRD ke benua Eropa dan Australia 3 agustus lalu, yang menghabiskan 3,5 miliar APBD.

Kordinator lapangan Abdul Jamil,  SH menuturkan bahwasanya kunker DPRD NTB melukai perasaan warga korban gempa lombok dan Sumbawa. DPRD harusnya pandai mengukur opini publik.

“Dimedia massa, kritik datang silih berganti diberbagai elemen masyarakat. Namun tak digubris. Mereka berleha-leha diatas luka dan penderitaan rakyat,”ucapnya dengan nada teriak.

Kabid PTKP HMI Mataram menyesalkan, kualitas DPRD NTB yang dipilih rakyat dengan anggaran rakyat justru jadi penghisap uang rakyat.

“Hadiah untuk rakyat, sebelum menutup pengabdian 30 september mendatang iyalah menghamburkan uang rakyat,”sindirnya.


Sementara Ketua umum HMI cabang Mataram Andi Kurniawan, SH dalam orasinya mengutarakan bahwa DPRD NTB melakukan kunker disaat perekonomian dan rumah-rumah warga lombok runtuh paska gempa, IPM NTB Rendah,Kemiskinan akut, krisis air terjadi dimana-mana, dan potensi kerusakan lingkungan di Sumbawa terbuka sangatlah lebar.

“DPRD NTB anak haram demokrasi,”ujarnya.

Menurut Andi, nomeklatur kunker seyogyianya dirubah. Dimana kesulitannya? penolakan rakyat harusnya diperhatikan secara seksama. Membatalkan kunker yang bukan hanya melukai perasaan rakyat, tapi juga menghisap uang rakyat.

“DPRD NTB, menghina kepercayaan rakyat NTB,” tegasnya.

Setelah puas berorasi, membacakan puisi, puluhan kader HMI pun menduduki ruang sidang utama DPRD NTB. Sekitar pukul 11.30 rombongan HMI mengambil alih ruang sidang. “Hari ini kita menduduki kantor DPRD, kemana wajah perwakilan kita. Ini kematian demokrasi kita” ujar Andi.

Andi pun menambahkan bahwa Pimpinan DPRD Baiq Isvi Rupaeda bertanggung jawab terhadap masyarakat.

“Kembalikan uang rakyat 3,5 miliar yang dihambur-hamburkan ke luar negeri,”pungkas Andi. (rn/gt2)

No comments

Powered by Blogger.