Bagi-bagi Amplop Lutfi Hanya Mencari Muka dan hina rakyat kota Bima

Johan jauhari (JJ) 
Jakarta-Gerbang Timur Bima.- Perilaku bagi-bagi uang oleh Walikota Bima M. Lutfi disebut "gaji" secara langsung ke masyarakat Kota Bima itu sangat tidak patut dan menghina rakyat tidak berdasrkan visi politiknya pada saat kampanye. (15/9)

Hal itu dikatakan wasekjend bidang pertahanan DPP KNPI, Johan Jauharin. Menurutnya, tindakan itu bukanlah tindakan yang otentik, yang lahir dari kesadaran yang tulus untuk membantu rakyat Kota Bima, melainkan didasari maksud politis dan pencitraan semata agar menutupi dugaan unsur scandal di heboh-hebohkan.

"Tindakan tersebut hanyalah kedok Lutfi untuk cari muka kepada rakyat. Ini cara dia menginvestasi simpati rakyat untuk tujuan politik yang akan datang," terang Wasekjen DPP KNPI ini.

Sebab, menurut Johan, kalau tindakan itu benar-benar didasari ketulusan, maka tidak serendah itu caranya. Bisa disalurkan lewat Bazda Kota Bima, atau melalui bantuan UMKM, Beasiswa, dan program lainnya yang lebih mengangkat harkat dan martabat warga.

"Warga Kota Bima harus waspada, sebab ini kedok politik Lutfi. Bisa jadi dibalik itu ada akal bulus lain yang dimainkan Lutfi," ungkapnya.

Ia melanjutkan, Indikatornya simpel saja, kalau tujuannya seperti yang ia kemukakan, bahwa segala untuk rakyat dan kemajuan daerah, emang  ada yang ia perbuat untuk daerah selama ia menjabat? Tidak ada satupun. 

"Tiba-tiba muncul, turun dari mobil, lalu bagi-bagi amplop. Dan mengatakan "ini untuk rakyat, ini untuk kemajuan daerah". Sekerdil itukah isi otak Walikota yang mengaku diri mantan aktivis kelas nasional itu?" tanya Johan.

"Sekali lagi, saya sangat perihatin dengan perbuatan seperti ini. Nasehat saya, perlakukan rakyatmu dengan manusiawi, manusia yang memiliki harkat dan martabat lebih tinggi dari pejabat manapun," tutupnya.eh Walikota Bima M. Lutfi disebut "gaji" secara langsung ke masyarakat Kota Bima itu sangat tidak patut dan menghina rakyat tidak berdasrkan visi politiknya pada saat kampanye.

Hal itu dikatakan wasekjend bidang pertahanan DPP KNPI, Johan Jauharin. Menurutnya, tindakan itu bukanlah tindakan yang otentik, yang lahir dari kesadaran yang tulus untuk membantu rakyat Kota Bima, melainkan didasari maksud politis dan pencitraan semata agar menutupi dugaan unsur scandal di heboh-hebohkan.

"Tindakan tersebut hanyalah kedok Lutfi untuk cari muka kepada rakyat. Ini cara dia menginvestasi simpati rakyat untuk tujuan politik yang akan datang," terang Wasekjen DPP KNPI ini.

Sebab, menurut Johan, kalau tindakan itu benar-benar didasari ketulusan, maka tidak serendah itu caranya. Bisa disalurkan lewat Bazda Kota Bima, atau melalui bantuan UMKM, Beasiswa, dan program lainnya yang lebih mengangkat harkat dan martabat warga.

"Warga Kota Bima harus waspada, sebab ini kedok politik Lutfi. Bisa jadi dibalik itu ada akal bulus lain yang dimainkan Lutfi," ungkapnya.

Ia melanjutkan, Indikatornya simpel saja, kalau tujuannya seperti yang ia kemukakan, bahwa segala untuk rakyat dan kemajuan daerah, emang  ada yang ia perbuat untuk daerah selama ia menjabat? Tidak ada satupun. 

"Tiba-tiba muncul, turun dari mobil, lalu bagi-bagi amplop. Dan mengatakan "ini untuk rakyat, ini untuk kemajuan daerah". Sekerdil itukah isi otak Walikota yang mengaku diri mantan aktivis kelas nasional itu?" tanya Johan.

"Sekali lagi, saya sangat perihatin dengan perbuatan seperti ini. Nasehat saya, perlakukan rakyatmu dengan manusiawi, manusia yang memiliki harkat dan martabat lebih tinggi dari pejabat manapun," tutupnya. (red) 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bagi-bagi Amplop Lutfi Hanya Mencari Muka dan hina rakyat kota Bima"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel