Johan, Diduga Hj. Ellya Jadi “Operator” dan Perkaya Diri dari Fee Berbagai Proyek

Kota Bima.- Proyek konstruksi pembangunan Puskesmas Paruga melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Kota Bima senilai HPS Rp. 9.2 miliyar diduga dikelola oleh Hj. Elly Alwainy, merupakan istri Walikota Bima M. Lutfi.

Ketua Umum Komite Pemuda dan Mahasiswa (KMP) NTB Jakarta Johan Jauharin mengatakan, proyek tersebut tidak jelas bagaimana proses teandernya, berapa peserta yang ikut secara tiba-tiba dimenangkan dan dikerjakan oleh PT. Putra Lintas Raya, milik Baba Ngen alias Mulyono.

“Yang dianggarkan sebesar Rp.9.250.778.207.32. Sedangkan penawarannya hanya Rp.9.175.303.076.36. Dan hasil negosiasi dari penawaran itu menjadi Rp. 9.155.303.000.00,” kata Johan Jauharin di Jakarta dalam rilisnya diterima media ini. Senin (9/9)

Dengan kata lain, menurut Johan, ada dugaan kuat, yang mengatur proyek tersebut, yaitu Hj. Ellya  menerima fee untuk memperkaya diri dan kelompoknya. 

“Jika dibandingkan antara penganggaran dengan hasil nego, maka dapat dilihat ada penggelapan APBD sebesar lebih kurang Rp.900 juta, atau sekilitar 10 % dari nilai proyek,”ungkapnya.

Lebih lanjut Johan menerangkan, bahwa fee tersebut diatur oleh Baba Ngen, dengan melibatkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima H. Azhari yang mempertemukan dirinya sebagai pemilik perusaha dengan Lutfi sebagai Walikota Bima.

“Pertemuan itu untuk meloby agar memenangkan teander proyek tersebut. 
Sebagai ucapan terimakasih maka nilai negosiasinya diturunkan dari harga penganggaran, dan itu diberikan ke Hj. Ellya sebagai pengelola atau eksekutor paket proyek di Kota Bima,”bebernya.

Problemnya, kata dia, di dalam penawaran yang dimenangkan PT. Putra Lintas Raya ini ada yang tidak sehat dan logis. Bisa jadi ini karena tidak mungkin proyek dengan nila miliaran tidak dibuka dan diketahui oleh publik. Liciknya, Pemda hanya memberi keterangan bahwa teander proyek itu hanya diikuti oleh satu penawaran. 

“Ini cara-cara yang tidak sehat dan licik. Tindakan koruptif seperti ini sering terjadi di bawah kepemimpinan Lutfi. Scandal pungutan liar terjadi dihampir semua Dinas. Ini tidak ubahnya “pemerintahan bandit” dan dijalani dengan gaya preman pasar,”katanya.

Perilaku bandit seperti inilah yang mengemuka ke publik baru-baru ini, yaitu beredarnya kwitansi berisi pungutan masuk anggota Pol PP, dan pungutan itu diduga atas perintah istri Walikota Bima Hj. Ellya.

“Hj. Ellya menurut saya adalah operator berbagai proyek di Kota Bima. Walaupun Lutfi sendiri membantahnya, tapi bau bangkai tikus itu sulit ditutupi” tandasnya. (red) 

0 Response to "Johan, Diduga Hj. Ellya Jadi “Operator” dan Perkaya Diri dari Fee Berbagai Proyek"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel