Johan: Saya Duga Hj. Elly Jadi 'Operator' dan Perkaya Diri dari _Fee_ Berbagai Proyek



Johan jauhari Al Ngali

Jakarta-Gerbang Timur-Proyek konstruksi pembangunan Puskesmas Paruga melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Kota Bima senilai HPS Rp. 9.2 miliyar diduga dikelola oleh Hj. Elly Alwainy, merupakan istri Walikota Bima M. Lutfi.

Menurut Ketua Umum Komite Pemuda dan Mahasiswa (KMP) NTB Jakarta, Johan Jauharin,  proyek tersebut tidak jelas bagaimana proses teandernya, berapa peserta yang ikut, tapi tiba-tiba dimenangkan dan dikerjakan oleh PT. Putra Lintas Raya, milik Baba Ngen alias Mulyono.

"Yang dianggarkan sebesar Rp. 9.250.778.207.32. Sedangkan penawarannya hanya Rp.9.175.303.076.36. Dan hasil negosiasi dari penawaran itu menjadi Rp. 9.155.303.000.00," rinci Johan Jauharin, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Dengan kata lain, menurut Johan, ada dugaan kuat, yang mengatur proyek tersebut, yaitu Hj. Elly  menerima _fee_ untuk memperkaya diri dan kelompoknya. 

"Jika dibandingkan antara penganggaran dengan hasil nego, maka dapat dilihat ada penggelapan APBD sebesar lebih kurang Rp.900 juta, atau sekilitar 10 % dari nilai proyek," ungkap Johan.

Lebih lanjut Johan menerangkan, bahwa _fee_ tersebut diatur oleh Baba Ngen, dengan melibatkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima H. Azhari yang mempertemukan dirinya sebagai pemilik perusaha dengan Lutfi sebagai Walikota Bima.

"Pertemuan itu untuk meloby agar memenangkan teander proyek tersebut. Sebagai 'ucapan terimakasih' maka nilai negosiasinya diturunkan dari harga penganggaran, dan itu diberikan ke Hj. Elly sebagai pengelola atau eksekutor paket proyek di Kota Bima," bongarnya.

Problemnya, kata dia, di dalam penawaran yang dimenangkan PT. Putra Lintas Raya ini ada yang tidak sehat dan logis. Bisa jadi ini karena tidak mungkin proyek dengan nila miliaran tidak dibuka dan diketahui oleh publik. Liciknya, Pemda hanya memberi keterangan bahwa teander proyek itu hanya diikuti oleh satu penawaran. 

"Ini cara-cara yang tidak sehat dan licik. Tindakan koruptif seperti ini sering terjadi di bawah kepemimpinan Lutfi. Scandal pungutan liar terjadi dihampir semua Dinas. Ini tidak ubahnya "pemerintahan bandit" dan dijalani dengan gaya preman pasar," katanya.

Perilaku bandit seperti inilah yang mengemuka ke publik baru-baru ini, yaitu beredarnya kwitansi berisi pungutan masuk anggota Pol PP, dan pungutan itu diduga atas perintah istri Walikota Bima Hj. Elly.

"Hj. Elly menurut saya adalah operator berbagai proyek di Kota Bima. Walaupun Lutfi sendiri membantahnya, tapi bau bangkai tikus itu sulit ditutupi," tandasnya.

0 Response to "Johan: Saya Duga Hj. Elly Jadi 'Operator' dan Perkaya Diri dari _Fee_ Berbagai Proyek"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel