Tak Punya Otak Urus Kota Bima? Tagline Perubahan WALIKOTA Versus Scandal



Opini|Oleh: Johan Jauhari


Kota Bima.- Tagline perubahan sebagai Visi Kota Bima di bawah kepemimpinan Walikota Bima M. Lutfi bak perahu tanpa kemudi “lari kosong” Sebab tidak terlihat, titik perubahan terkecil sebagai kemungkinan menjadi alur proses perbaikan tidak yang didasarkan niat baik. Hal tersebut sangat jelas scandal demi scandal yang menyaruak di ruang publik seakan menjadi tameng tanpa ada klarifikasi penuh dengan pembiaraan secara sistematis “Miskin Gagasan” Ruang Kekuasaan dirantai Belenggu Picik seolah gagasan hanya dijadikan tamen melanggengkan arah perubahan tanpa harapan yang terkesan menipu. 
“Tagline Perubahan (Kosong) , LUTFI Tidak Punya Otak Urus Kota Bima” Visi gagasan dan tersebut terkesan dibungkam oleh scandal yang semakin masif dilakukan, mulai dari “Fakta” kwitansi Angka 7 Juta kuat dugaan peristiwa tersebut diduga kuat atas perintah langsung istri walikota Hj Elly Alwainy. Kedangkalan membuka borok serta kedok Scandal - Scandal Jumbo satu diantaranya Projek Pembangunan di Paruga Kota Bima, demikian imbasnya apa yang diharapkan oleh masyrakat kita tanpa ada arti apa yang dibuat oleh M Lutfi untuk Kota Bima. Tidak hanya dalam urusan tatakeloala pemerintahan, tetapi juga buruk dalam soal etika publik dan prinsip demokrasinya justru kota Bima menempati urutan paling buncit dari tiga daerah yang masuk zona merah paling korup dan pejabat pemburu rente bererdasarkan data KPK" ungkap yang juga wasekjend DPP KNPI bidang pertahanan ini. Hal ini kata Johan, disebabkan oleh dimana Kota Bima itu sebagai “kota” yang dipimpin oleh “Walikota” yang sama sekali  tidak punya otak dan isi kepala. Sederhananya, buruknya tatakelola ini terlihat dari adanya disparitas antara fakta sosial yang dialami masyarakat dengan apa yang di usung oleh M. Lutfi dalam tagline yang ia gaungkan di saat kampanye politik, yaitu kota yang berdaya saing tinggi. Inikan tagline sesuatu yg luar biasa tetapi hanya untuk menipu. Tak hanya itu, ia menyebutkan pada faktanya urus sampah saja Lutfi tidak mampu, apa lagi urus manusianya justru TTD SK mutasi, Rotasi, hanya semata-mata mengedepankan kepentingan pribadi di atas kebutuhan organisasi dan kepentingan rakyat. Kebanyakan orang lingkaran Lutfi tiap hari hanya bisa memuji berdasarkan kepentingan pribadi. Tidak berani koreksi dan diskusi pembangunan persamaan ide, karna takut tidak dapat, Hal seperti ini sangat berbahaya untuk sebuah pemerintahan dalam bernegara Demokrasi. (*) 

0 Response to "Tak Punya Otak Urus Kota Bima? Tagline Perubahan WALIKOTA Versus Scandal"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel