Tingkatkan Pemahaman Eks TKI, PP3TKI bersama Dinsos Kab. Bima Gelar FGD UKM Berbasis Revolusi 4.0

Sosialisasi FGD PP3TKI bersama Dinas Sosial Kab. Bima edukasi Eks TKI Wirausaha berbasis revolusi 4.0
Kabupaten Bima.- Pusat Pengkajian dan Pemantau Perlindungan TKI (PP3TKI) Pulau Sumbawa menggelar sosialisasi dan fokus group discusian terkait ekonomi kreatif bagi eks TKI atau buruh migran. Kegiatan dilaksanakan di Aula Desa rite Kecamatan ambalawi Kabuapten Bima, Kamis (3/10/2019).

Ketua Eksekutif PP3TKI Pulau Sumbawa, Yamin menjelaskan, pengembangan perkoperasian serta usaha kreatif kecil menengah sesuai dengan cita cita para pendiri bangsa bapak bungakarno Yaitu membangun ekonomi masyarakat mulai dari desa menuju ekonomi berdikari. Untuk itu, tentunya para eks TKI dan keluarga buruh migran harus didorong oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Tujuannya, agar membentuk karakter masyarakat eks TKI yang berjiwa wirausaha yang berbasiskan pada teknologi revolusi industri 4.0.

Lanjutnya, yamin juga memberikan perbandingan banwa eks TKI di kota dan daerah luar NTB seperti sampang dan banyuwangi difasilitas oleh pemerintah daerahnya sendiri dengan cara diberikan bantuan modal usaha khusus untuk eks TKI satu orang 3 juta rupiah, tapi modal usaha yang diberikan tersebut secara intens dimonitoring dan kontrol yang sangat intens dan berkesenambungan dari pihak pemerintah daerahnya supaya masyarakat yang menerima bantuan tersebut tidak manja.

TKI merupakan pendorong pembangunan negara Indonesia dalam berbagai sektor. Karena sumbangsi TKI setiap tahunnya mengalami peningkatan. Artinya pemerintah harus memerhatikan pola hidup dan sumber ekonomi bagi eks TKI supaya mereka bisa bertahan hidup baik secara lahir maupun batin setelah kembali ke kampung halaman.

“Tidak memikirkan kembali berangkat mencari kerja keluar negeri lagi,” ujar Ketua Eksektuive PP3TKI yang juga dosen pengajar matak kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di kampus STIKES Yahya Bima dan STIKES Harapan Bunda Bima ini.

Kegiatan Diskusi Tematik Ekonomi Kreatif bagi Eks Buruh Migran juga dihadiri perwakilan petugas desmigratif kamaludin. Panitia juga mengundang pihak dinas koperasi kaupaten bima yang diwakili oleh sekretaris Drs. bahtiar dan salmah, SE selaku bidang perkoperasian dan juga beserta rombongannya. Kegiatan tersebut diikuti puluhan mantan buruh migran dan didukung Pemerintah desa rite kecamatan ambalawi.

kepala desa rite imran, melalui sambutannya bahwa TKI Sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan pihak pemerintah daerah maupun pusat oleh karena harus ada jalin kordinasi secara berkesenambungan dari semua pihak.

Kegiatan juga dimeriakan oleh ibu_ibu PKK yang melaksanakan pengobatan gratis bagi eks buruh migran, serta pengurus PP3TKI.

Ketua PP3TKI berharap pemerintah harus memberikan dukungan terhadap eks buruh migran dalam rangka kemajuan bangsa dan negara. “Lebih-lebih untuk daerah tercinta, untuk menciptakan inovasi dan hal hal baru demi kesejahteraan keluarga mereka di masa yang akan datang,” ujar Yamin.

Hasil dari kesimpualan diskusi tersebut pihak dinas koperasi kabupaten bima akan mendorong percepatan pengembangan ekonomi kreatif eks TKI melakui usaha kecil menengah. (im)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tingkatkan Pemahaman Eks TKI, PP3TKI bersama Dinsos Kab. Bima Gelar FGD UKM Berbasis Revolusi 4.0"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, bebas tapi sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel